LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Kualitas udara yang memburuk dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada anak. Mulai dari gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, gangguan perkembangan, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc,Sp.A, membagikan cara pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. Menurut dr Denta, menghindari paparan polusi udara menjadi cara pertama untuk antisipasi.
"Upayakan untuk menjaga anak tetap di dalam ruangan saat kondisi udara di luar sangat buruk. Gunakan filter penjernih udara/air purifier jika diperlukan di dalam rumah untuk memperbaiki kualitas udara," saran dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini.
Langkah berikutnya adalah menjaga kebersihan diri seperti memandikan anak setelah beraktivitas di luar ruangan. Cara ini ampuh untuk menghilangkan partikel polutan yang mungkin menempel pada kulit dan pakaian mereka.
Baca juga:
Benarkah Kualitas Udara Buruk Picu Risiko Bayi Stunting?"Gunakan masker jika anak harus beraktivitas di luar saat kondisi udara buruk. Pastikan mereka menggunakan masker yang tepat untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel polutan," lanjut dr Denta dalam keterangannya yang diterima Langit7, Rabu (14/6/2023).
Kemudian untuk mengoptimalkan kesehatan anak, jaga dengan memberikan makanan bergizi, tidur yang cukup dan menjaga pola hidup sehat secara umum.
Dr Denta mengatakan, anak yang memiliki kondisi kesehatan yang baik cenderung lebih mampu melawan efek negatif polusi udara.
"Optimalkan juga protokol kesehatan sesuai kondisi sekitar. Dan optimalkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Jangan lupa lengkapi vaksinasi terutama yang mencegah dari infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan pneumonia," tambah dr Denta.
Namun, bagaimana jika anak sudah terlanjur terpapar udara yang buruk?
"Segera periksakan anak ke dokter untuk evaluasi dan penanganan yang tepat. Dokter dapat memberikan pengobatan atau terapi yang diperlukan untuk mengatasi gejala atau komplikasi yang mungkin terjadi," imbaunya.
Baca juga:
Tukang Tahu Keliling Naik Haji Setelah 40 Tahun Nabung Uang di CelenganMeski sudah terpapar, upayakan untuk menghindari paparan lebih lanjut. Caranya, kata dr Denta, jaga anak tetap di dalam ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik. Sementara waktu, hindari kegiatan di luar ruangan saat kondisi udara sangat buruk.
"Jika anak memerlukan pengobatan, pastikan untuk memberikan obat sesuai dengan petunjuk dokter dan jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu," kata dokter yang berpraktik di rumah sakit di Jakarta Selatan.
Terakhir, lanjutnya, pastikan lingkungan di sekitar anak bersih dan bebas dari pemicu potensial, seperti asap rokok atau bahan kimia berbahaya lainnya.

(ori)