Mbah Rono: Bangunan yang Membunuh, Bukan Gempa Bumi
Muhajirin
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:08 WIB
Pakar Geologi, Dr Surono atau akrab disapa Mbah Rono (foto: Gelora TV)
Pakar Geologi, Dr Surono atau akrab disapa Mbah Rono, menegaskan, gempa bumi sebenarnya tidak membunuh manusia. Namun, gempa sering menimbulkan korban jiwa karena struktur bangunan yang tidak tahan gempa.
“Ujian ini tidak pernah lulus kita. Gempa itu sampai sekarang tidak membunuh kita, yang membunuh adalah infrastrukturnya,” kata Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM itu dalam Gelora Talk, Rabu (7/12/2022).
Sebenarnya, kata Mbah Rono, nenek moyang orang Indonesia sudah menciptakan rumah-rumah tahan gempa. itu bisa dilihat dari arsitektur rumah adat yang ada di Indonesia. Mereka tidak memiliki pendidikan tinggi, namun mampu membaca alam dan membuat bangunan dengan empiris.
Baca Juga:Ini Penyebab Indonesia Sering Diguncang Gempa Bumi
“Nenek moyang kita dengan empiris yang ada dengan menciptakan bangunan-bangunan tahan gempa,” ujarnya.
Dia mencontohkan rumah adat yang ada di daerah Sunda. Struktur bangunan menggunakan kayu dengan tiang pendek. Tiang itu pun tidak ditanam ke dalam tanah, hanya ada lapisan seperti batu agar bangunan simetris.
“Itu sebenarnya bangunan tahan gempa dan tahan gerakan tanah. Semua rumah-rumah adat, nenek moyang kita sudah menciptakan bangunan yang menyesuaikan diri dengan kondisi alam,” ungkap Mbah Rono.
“Ujian ini tidak pernah lulus kita. Gempa itu sampai sekarang tidak membunuh kita, yang membunuh adalah infrastrukturnya,” kata Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM itu dalam Gelora Talk, Rabu (7/12/2022).
Sebenarnya, kata Mbah Rono, nenek moyang orang Indonesia sudah menciptakan rumah-rumah tahan gempa. itu bisa dilihat dari arsitektur rumah adat yang ada di Indonesia. Mereka tidak memiliki pendidikan tinggi, namun mampu membaca alam dan membuat bangunan dengan empiris.
Baca Juga:Ini Penyebab Indonesia Sering Diguncang Gempa Bumi
“Nenek moyang kita dengan empiris yang ada dengan menciptakan bangunan-bangunan tahan gempa,” ujarnya.
Dia mencontohkan rumah adat yang ada di daerah Sunda. Struktur bangunan menggunakan kayu dengan tiang pendek. Tiang itu pun tidak ditanam ke dalam tanah, hanya ada lapisan seperti batu agar bangunan simetris.
“Itu sebenarnya bangunan tahan gempa dan tahan gerakan tanah. Semua rumah-rumah adat, nenek moyang kita sudah menciptakan bangunan yang menyesuaikan diri dengan kondisi alam,” ungkap Mbah Rono.