Al-Qur'an Dirusak di Masjid Swedia, MUI Ungkap Kedok Pelakunya
Muhajirin
Jum'at, 09 Desember 2022 - 13:20 WIB
Mushaf Al-Quran dirusak dan digantung di depan masjid Stockholm, Swedia pada Jumat (3/12/2022) (foto: Anadolu Agency)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkap kelompok yang menjadi dalang tindakanislamofobia di Swedia. Teror islamofobia itu terjadi di sebuah masjid di ibu kota Swedia, Stockholm pada Jumat (2/12/2022) pekan lalu.
Pelaku menghancurkan mushaf Al-Qur’an lalu menggantungnya dengan rantai di dekat pintu masjid. Jemaah masjid juga terus menerima ancaman dari kelompok rasis di negara itu. Atas dasar itu, pengurus masjid mempublikasikan serangan mushaf Al-Qur’an itu di media sosial.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan, MUI mengecam dan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan kelompok ekstrem kanan di Swedia tersebut. Dia mengungkap, kelompok ekstrem kanan itu dipimpin oleh Rasmus Paludan.
Baca Juga: Pertama Kali, Stanford University Buka Kuliah Islamofobia
“Tindakan yang sudah menuai konflik di beberapa tempat di Swedia ini bukan saja tindakan yang sangat memalukan, akan tetapi juga tindakan yang tidak beradab. Paludan dan kelompok ekstrim ini adalah kelompok uncivilized dan menjadi musuh bagi semua orang yang berpikiran sehat,” kata Sudarnoto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/12/2022).
Pelaku menghancurkan mushaf Al-Qur’an lalu menggantungnya dengan rantai di dekat pintu masjid. Jemaah masjid juga terus menerima ancaman dari kelompok rasis di negara itu. Atas dasar itu, pengurus masjid mempublikasikan serangan mushaf Al-Qur’an itu di media sosial.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan, MUI mengecam dan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan kelompok ekstrem kanan di Swedia tersebut. Dia mengungkap, kelompok ekstrem kanan itu dipimpin oleh Rasmus Paludan.
Baca Juga: Pertama Kali, Stanford University Buka Kuliah Islamofobia
“Tindakan yang sudah menuai konflik di beberapa tempat di Swedia ini bukan saja tindakan yang sangat memalukan, akan tetapi juga tindakan yang tidak beradab. Paludan dan kelompok ekstrim ini adalah kelompok uncivilized dan menjadi musuh bagi semua orang yang berpikiran sehat,” kata Sudarnoto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/12/2022).