Temukan Sesar Cugenang Pemicu Gempa Cianjur, BMKG Imbau Relokasi
Ummu hani
Jum'at, 09 Desember 2022 - 13:50 WIB
Patahan Baru Cugenang penyebab gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Foto: BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa di Cianjur, Jawa Barat dipicu pergeseran sesar yang baru teridentifikasi dinamakan Patahan Cugenang.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, patahan yang baru ditemukan melintasi 9 desa di dua kecamatan dengan straight atau lintasan mengarah ke barat laut tenggara.
"Dari hasil penelusuran, ditemukan ada patahan yang baru teridentifikasi, karena patahan ini melintasi kecamatan Cugenang maka ditetapkan (namanya) Patahan Cugenang," kata Dwikorta dalam konferensi pers daring, di YouTube BMKG, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Gempa M 5,8 di Sukabumi, BMKG: Gerakan Tanahnya Lebih Kuat dari Megathrust
Sembilan desa yang dilintasi garis patahan tersebut, yakni delapan desa di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Selain itu ada juga satu desa lainnya di ujung patahan yakni Desa Nagrak Kecamatan Cianjur.
"Panjang patahan ini sekitar 9 kilometer, dengan radius berbahaya kiri-kanannya 300-500 meter," ungkap Dwikorta.
Berdasarkan hasil survey BMKG, zona berbahaya direkomendasikan untuk direlokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, patahan yang baru ditemukan melintasi 9 desa di dua kecamatan dengan straight atau lintasan mengarah ke barat laut tenggara.
"Dari hasil penelusuran, ditemukan ada patahan yang baru teridentifikasi, karena patahan ini melintasi kecamatan Cugenang maka ditetapkan (namanya) Patahan Cugenang," kata Dwikorta dalam konferensi pers daring, di YouTube BMKG, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Gempa M 5,8 di Sukabumi, BMKG: Gerakan Tanahnya Lebih Kuat dari Megathrust
Sembilan desa yang dilintasi garis patahan tersebut, yakni delapan desa di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Selain itu ada juga satu desa lainnya di ujung patahan yakni Desa Nagrak Kecamatan Cianjur.
"Panjang patahan ini sekitar 9 kilometer, dengan radius berbahaya kiri-kanannya 300-500 meter," ungkap Dwikorta.
Berdasarkan hasil survey BMKG, zona berbahaya direkomendasikan untuk direlokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.