LANGIT7.ID - , Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG) mengungkapkan,
gempa di Cianjur, Jawa Barat dipicu pergeseran sesar yang baru teridentifikasi dinamakan
Patahan Cugenang.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, patahan yang baru ditemukan melintasi 9 desa di dua kecamatan dengan straight atau lintasan mengarah ke barat laut tenggara.
"Dari hasil penelusuran, ditemukan ada patahan yang baru teridentifikasi, karena patahan ini melintasi kecamatan Cugenang maka ditetapkan (namanya) Patahan Cugenang," kata Dwikorta dalam konferensi pers daring, di YouTube BMKG, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Gempa M 5,8 di Sukabumi, BMKG: Gerakan Tanahnya Lebih Kuat dari MegathrustSembilan desa yang dilintasi garis patahan tersebut, yakni delapan desa di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Selain itu ada juga satu desa lainnya di ujung patahan yakni Desa Nagrak Kecamatan Cianjur.
"Panjang patahan ini sekitar 9 kilometer, dengan radius berbahaya kiri-kanannya 300-500 meter," ungkap Dwikorta.
Berdasarkan hasil survey BMKG, zona berbahaya direkomendasikan untuk direlokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.
Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, kawasan tersebut harus dikosongkan dari bangunan tempat tinggal, tapi dapat dialihkan menjadi lahan pesawahan, resapan, hingga konservasi.
Baca juga: Gempa Jember Berjenis Outer Rise Earthquake, BMKG: Bisa Picu Tsunami"Berdasarkan zona bahaya tersebut, area yang terdokumentasi untuk direlokasi adalah area seluas 8,09 KM2 dengan hunian sebanyak kurang lebih 1.800 rumah yang berada di dalam zona bahaya patahan geser Cugenang, meliputi sebagian Desa Talaga, Sarampad, Nagrak, Cibulakan," ucap Daryono.
(est)