LANGIT7.ID, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 kembali guncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022). Guncangan kali ini merupakan gempa benioff, bukan kerak dangkal maupun
Megathrust.
Pusat gempa terjadi di darat wilayah Jawa Barat pada kedalaman 122 km. Tepatnya, pada koordinat 7,09° LS ; 106,95° BT.
Kepala Bidang Mitigasi dan Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, gempa Sukabumi kali ini terjadi dalam lempeng Indo-Australia. "Gempa benioff memiliki
ground motion atau gerakan tanah yang memang lebih kuat dari gempa sekelasya dari sumber lain," ucap Daryono di akun Twitternya.
Baca Juga: Gempa 5.8 SR Guncang Sukabumi, Terasa hingga JakartaMenurut BMKG, gempa ini dipicu adanya deformasi buatan dalam lempeng Indo-Australia. Zona benioff gempa bumi disebabkan oleh subduksi satu lempeng tektonik di bawah lempeng lainnya.
Wilayah Sukabumi-Cianjur, Jawa Barat, sejatinya bukan pertama kali terjadi. Berdasarkan data BMKG, gempa yang merusak di kawasan tersebut sudah terjadi sejak 1844.
Daryono mengatakan penyebab rentetan gempa bumi yang terjadi di Cianjur dipicu aktivitas
sesar aktif. Keberadaan sesar aktif tersebut hingga kini belum diketahui dengan baik karakteristiknya. Adapun lokasinya berada di bagian timur laut zona sesar Cimandiri.
"Gempa Sukabumi-Cianjur dipicu aktivitas sesar aktif pada zona Sesar Cimandiri yang terdiri atas tiga Segmen Sesar Aktif. Segmen Cimandiri (Selatan), Segmen Nyalindung-Cileber (Tengah), dan Segmen Rajamandala (Utara)," ujar Daryono.
Baca Juga:
Gus Muhaimin Minta Pemerintah Prioritaskan Ponpes Terdampak Gempa Cianjur
Ini Penyebab Indonesia Sering Diguncang Gempa Bumi(gar)