home global news

Bulog Terima 10.000 ton Beras Impor dari Vietnam

Sabtu, 17 Desember 2022 - 13:10 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasandan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meninjau pembongkaran 10.000 ton beras impor. (Foto: dok. Bulog)
Perum Bulog menerima beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok (PTP). Kebijakan impor beras dilakukan guna menjaga stabilitas harga di pasaran serta menambah stok cadangan beras pemerintah yang dikuasai Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso bersama dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasandan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meninjau pembongkaran perdana 10.000 ton beras impor.

"Alhamdulillah hari ini Bulog mendapat tambahan stok Cadangan Beras Pemerintah sebanyak 10.000 ton untuk kapal impor perdana dari Vietnam yang baru tiba (5.000 ton di tanjung priok dan 5.000 ton di Merak). Secara terus menerus akan terus bertambah karena sudah banyak kapal impor dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan Myanmar yang sudah antri akan bersandar," kata Budi Waseso dikutip Langit7.id dari keterangan resmi Bulog, Sabtu (17/12/2022).

Baca Juga:PKS Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras, Utamakan Serap Gabah Petani

Hingga akhir Desember 2022, beras impor masuk sebanyak 200.000 ton untuk menambah cadangan beras pemerintah. Pengiriman akan ada di 14 titik pelabuhan di Indonesia, yaitu Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe (Aceh), Belawan (Medan), Dumai (Riau), Teluk Bayur (Padang), Boom Baru (Palembang), Panjang (Lampung), Tanjung Priok (Jakarta), Merak (Banten), Tanjung Perak (Surabaya), Tenau (Kupang), kemudian sisanya akan direalisasikan tahun depan sampai dengan sebelum panen raya.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, total beras yang akan diimpor adalah sebanyak 500.000 ton. Ini akan masuk secara bertahap sampai dengan Februari atau sebelum panen raya.

"Sebenarnya tidak ada yang ingin impor jika stoknya cukup, tetapi beberapa bulan terakhir harga beras meroket dan stok Bulog untuk Operasi Pasar makin berkurang. Sehingga dibutuhkan segera stok dari luar negeri untuk meredam kenaikan harga beras ini," ungkap pria yang akrab disapa Zulhas itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bulog beras impor budi waseso
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya