LANGIT7.ID, Jakarta -
Perum Bulog menerima beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok (PTP). Kebijakan
impor beras dilakukan guna menjaga stabilitas harga di pasaran serta menambah stok cadangan beras pemerintah yang dikuasai Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog,
Budi Waseso bersama dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meninjau pembongkaran perdana 10.000 ton beras impor.
"Alhamdulillah hari ini Bulog mendapat tambahan stok Cadangan Beras Pemerintah sebanyak 10.000 ton untuk kapal impor perdana dari Vietnam yang baru tiba (5.000 ton di tanjung priok dan 5.000 ton di Merak). Secara terus menerus akan terus bertambah karena sudah banyak kapal impor dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan Myanmar yang sudah antri akan bersandar," kata Budi Waseso dikutip Langit7.id dari keterangan resmi Bulog, Sabtu (17/12/2022).
Baca Juga: PKS Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras, Utamakan Serap Gabah PetaniHingga akhir Desember 2022,
beras impor masuk sebanyak 200.000 ton untuk menambah cadangan beras pemerintah. Pengiriman akan ada di 14 titik pelabuhan di Indonesia, yaitu Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe (Aceh), Belawan (Medan), Dumai (Riau), Teluk Bayur (Padang), Boom Baru (Palembang), Panjang (Lampung), Tanjung Priok (Jakarta), Merak (Banten), Tanjung Perak (Surabaya), Tenau (Kupang), kemudian sisanya akan direalisasikan tahun depan sampai dengan sebelum panen raya.
Menteri Perdagangan
Zulkifli Hasan mengatakan, total beras yang akan diimpor adalah sebanyak 500.000 ton. Ini akan masuk secara bertahap sampai dengan Februari atau sebelum panen raya.
"Sebenarnya tidak ada yang ingin impor jika stoknya cukup, tetapi beberapa bulan terakhir harga beras meroket dan stok Bulog untuk Operasi Pasar makin berkurang. Sehingga dibutuhkan segera stok dari luar negeri untuk meredam kenaikan harga beras ini," ungkap pria yang akrab disapa Zulhas itu.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Impor Beras, DPR: Kedepankan Data dan Stok NasionalSementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adix menyampaikan, impor beras bukan keinginan Bulog. Melainkan hasil keputusan dua kali Rakortas dalam rangka penambahan stok cadangan beras pemerintah guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
"Jika diperlukan berad impor ini akan digelontorkan dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru, sehingga tidak ada gejolak harga," ucap Arief.
Pemerintah memastikan, kebijakan pengadaan beras dari luar negeri hanya untuk memperkuat cadangan beras nasional. Kebijakan tidak akan mengganggu beras petani karena hanya dipergunakan pada kondisi tertentu, penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan, dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya.
Baca Juga: Bulog Jamin Pasokan Beras Dalam Negeri Aman(gar)