home masjid

Sarasehan Mualaf

Mualaf Harus dari Hati, Tak Sekadar Mengucap Dua Kalimat Syahadat

Sabtu, 17 Desember 2022 - 18:05 WIB
Acara Sarasehan Muallaf yang digelar Muallaf Center di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (17/12/2022). (Foto: Langit7.id/Elvin)
Mualaf merupakan sebutan bagi orang non muslim yang baru saja memeluk agama Islam. Momen ini dapat diartikan sebagai orang yang menerima hidayah agar memeluk agama Islam.

Berpindah keyakinan merupakan hal tersulit yang kita alami. Ada banyak hal yang membuat kita bertekad untuk pindah keyakinan, mulai dari lingkungan, melihat sebuah ceramah maupun melihat kitab suci yang akhirnya membuat hati kita tergerak.

Pendiri Pesantren Mualaf, Ustadz Syamsul Arifin Nababan mengatakan, untuk masuk Islam bukan hanya dengan mengucapkan dua (2) kalimat syahadat saja. Tetapi juga harus yakin dari hati agar nantinya tidak salah jalan.

Baca Juga:Belajar Agama Pilih Guru Jangan Asal-asalan

"Allah SWT tidak sembarangan menjatuhkan hidayah kepada seseorang. Hidayah itu diberikan kepada orang yang dipilih oleh Allah SWT," kata Ustadz Syamsul Arifin di acara Sarasehan Mualaf II yang diikuti Langit7.iddi Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (17/12/2022).

Menurut Ustadz Arifin, tidak ada paksaan bagi non muslim untuk masuk Islam. Hal itu dikarenakan sesuatu yang dipaksakan tidak akan berhasil.

"Allah SWT itu Demokrat, dia tidak memaksa umatnya untuk masuk islam. Dia membiarkan umatnya untuk memilih haknya untuk beragama. Jadi, kita sebagai umatnya juga tidak boleh memaksakan orang masuk islam," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
mualaf hidayah allah sarasehan mualaf masjid agung sunda kelapa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya