Fifiyanti AbdurahmanSabtu, 17 Desember 2022 - 14:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Mendapatkan ilmu agama yang tepat tergantung pada guru yang mengajarkannya. Bila memperoleh pengajar yang salah maka akan mendapat ilmu yang salah pula.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Habib Ali Hasan Al-Bahar menyarankan untuk mencari guru agama yang sudah mengikuti sertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama.
Kemudian, dia juga menyarankan untuk mencari pengajar yang juga memiliki guru. Artinya, guru tersebut pernah menempuh mempelajari agama sebelumnya.
"Analoginya seperti mungkin enggak Anda mau datang kepada dokter yang tidak pernah sekolah kedokteran?" ujar Habib Ali saat ditemui Langit7, Sabtu (17/12/2022).
"Tidak mungkin kita menyerahkan jasad kita yang fisik ini kepada orang yang tidak pernah ke sekolah kedokteran. Dan sekolah kedokteran itu kan ada jenjang. Artinya ada teori, ada praktek, kenapa harus ada koas? Kenapa harus ada praktek? Karena boleh jadi yang dibaca di dalam teks tersebut berbeda dengan keadaan pasien ketika dilihat, sehingga harus hati-hati," tutupnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”