LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus memahami
keutamaan ilmu. Apalagi tujuan menghadiri tempat tersebut lebih dipilih Rasulullah SAW ketimbang mendatangi majelis dzikir.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus Rektor
Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) Sofyan Anif mengatakan, hal ini tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Jafar dan Abdullah bin Masud.
"Ada pemuda yang bertanya kepada Rasulullah, 'Saya sebaiknya ikut
majelis ilmu atau majelis dzikir. Kemudian Rasulullah menjawab dengan menunjuk ke majelis ilmu," kata Sofyan dilansir laman Muhammadiyah dikutip Selasa (10/1/2023).
Hal ini karena ada proses belajar-mengajar di dalam majelis ilmu. Namun bukan berarti majelis dzikir harus ditinggalkan, karena ada ganjaran pahala juga dari Allah SWT. Hanya saja belum amalan itu diterima.
Baca Juga: 3 Ciri Manusia Beradab: Beriman, Berilmu, dan Beramal"Tergantung keikhlasan daripada orang-orang yang sedang berdzikir. Tapi majelis ilmu ada proses belajar mengajar, dari yang tahu kepada yang tidak tahu, dari yang sudah punya ilmu kepada yang tidak punya ilmu," ujarnya.
Mengutip firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 9, Allah SWT ingin kaum muslimin jangan meninggalkan generasi yang lemah iman, fisik dan ilmunya.
"Ini tugas kita (orang tua) membangun generasi, berarti membangun kekuatan Islam ke depan, generasi yang kuat. Bukan yang disindir oleh Allah dalam Surah An-Nisa ayat 9 tadi, meninggalkan generasi lemah," kata dia.
Dengan kekuatan ilmu, memberikan modal yang kuat bagi terbentuknya Islam yang berkemajuan. Sebab ilmu akan menjadi cahaya dan petunjuk, baik itu ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.
"Jangan hanya tadarus saja, tetapi juga harus memahami isi dan mengamalkannya," ujarnya.
(bal)