Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

3 Ciri Manusia Beradab: Beriman, Berilmu, dan Beramal

Muhajirin Senin, 09 Januari 2023 - 12:30 WIB
3 Ciri Manusia Beradab: Beriman, Berilmu, dan Beramal
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan, adab merupakan salah satu ajaran inti dari agama Islam. Manusia beradab bisa dilihat dari tiga ciri yakni iman, ilmu, dan amal. Orang beradab punya tiga hal itu dalam dirinya.

“Ilmu, Iman, dan amal mencetak manusia yang beradab,” kata Prof Hamid dalam kajian Insists yang diikuti Langit7 secara daring, dikutip Senin (9/1/2023).

Peradaban merupakan hasil dari manusia-manusia beradab. Saat berbicara peradaban Islam, maka tidak membahas bangunan tinggi dan gedung monumental. Peradaban Islam diwarnai oleh manusia-manusia yang memiliki komitmen moralitas, kualitas intelektualitas, dan mentalitas.

Baca Juga: Rektor Unida Gontor: Islam Bukan Hanya Agama tapi Juga Peradaban

“Itu yang nampak zaman dulu itu, manusianya, bukan bangunannya. Kalau anda pergi ke Baghdad tidak ada bangunan yang monumental, yang tampak justru di Spanyol. Itu artinya, peradaban Islam para pendahulu kita adalah peradaban ilmu,” ucap Prof Hamid.

Saat melacak peradaban Islam pada masa lalu, baik pada masa Rasulullah SAW sampai peradaban Islam di era kekhalifahan, maka ilmu bisa ditemukan dalam diri ulama-ulama yang hidup pada masa itu.

Ilmu itu menghasilkan jutaan buku pada masa Abbasiyah. Saat bangsa Mongol membakar jutaan buku tersebut, sungai menjadi hitam.

“Bayangkan, kalau buku itu tidak dibakar, mungkin dunia saat ini tidak akan serusak ini. Karena ketika buku diterjemahkan ke dalam bahasa latin, buku itu diambil ilmunya saja, moralitasnya ditinggalkan. Ada sebuah proses juga, sekularisasi naskah-naskah Islam,” ungkap Prof Hamid.

Baca Juga: Bagaimana Al-Qur’an Membentuk Adab dan Peradaban Umat Manusia?

Keimanan dalam Islam memang dimulai dari akal. Hal tersebut bisa dilihat dari perintah bersyariat. Bayi tidak dibebankan syariat. Awal mula seseorang dibebani syariat saat akil baligh, artinya saat akalnya sudah terbentuk.

“Keimanan dalam Islam itu dimulai dari akal. Kenapa? Kita bersyariat mulai akil baligh. Tidak ada anak masih bayi sudah disyahadatkan. Artinya, ketika anda beriman, anda harus menggunakan akal,” ungkap Prof Hamid.

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ

“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah.” (QS Muhammad: 19)

Ayat tersebut sangat jelas memberikan penegasan bahwa syahadat harus dimulai dengan ilmu. Bersyahadat berarti memahami apa yang diucapkan. Bukan sekadar ucapan tanpa makna dan penghayatan.

“Al-Qur’an adalah kitab suci yang memerintahkan kita untuk berfikir. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an seperti afalan ta'qilun. Banyak juga ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an, supaya apa, supaya kita berpikir bahwa alam ini adalah ciptaan Tuhan,” ujar Prof Hamid.

Baca Juga: Ilmu, Iman, dan Amal dalam Islam tidak Bisa Dipisahkan

Orang yang memahami alam semesta dan mengaitkan dengan Tuhan, dia akan mendapatkan derajat yang tinggi. Hanya orang-orang seperti itu yang bisa memahami manfaat dari ciptaan Tuhan di muka bumi. Itu karena ada kombinasi tadabbur dan tafakkur.

“Orang akan tinggi derajatnya dalam Islam apabila dia mempunya dua hal iman dan ilmu. Lebih tinggi dari mana-mana, lebih tinggi dari orang kaya. Orang yang beriman dan memiliki ilmu yang mendorong bertambahnya iman, itulah yang tinggi derajatnya,” tutur Prof Hamid.

Jadi, kata dia, puncak dari beradab adalah kombinasi dari berislam dengan syariatnya yang kaffah, beriman dengan cabang iman yang lengkap, dan sampai pada puncak keislaman yakni ihsan.

“Ihsan itu ketika seseorang berpikir, berkata, berbuat, merasa, melihat, semuanya disertai muraqabah dan musyahadah. Muraqabah artinya merasa dilihat oleh Tuhan atau anda merasa melihat Tuhan,” ucap Prof Hamid.

Baca Juga: Masalah Umat Islam Kini Tak Lagi Mengutamakan Tradisi Keilmuan


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)