LANGIT7.ID, JAKARTA - Dalam Islam, menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Dengan mempelajari banyak hall di berbagai bidang tentu akan mendapatkan segudang ilmu bermanfaat. Kewajiban menuntut ilmu disampaikan dalam hadis.
طلب العلم فريضة على كل مسلم
Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah, nomor 224)."
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif kekuatan ilmu dapat menjadi pilar Islam berkemajuan yang Rahmatan Lil’alamin.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, ilmu dapat ditimba dengan berbagai cara. salah satunya yakni dengan menghadiri majelis-majelis yang menerangkan tentang ilmu agama.
“Majelis dzikir juga bagus, mereka berharap untuk mendapatkan pahala dari Allah, tetapi apakah diterima atau tidak itu belum tentu. Tergantung keikhlasan daripada orang-orang yang sedang berdzikir," kata dia dikutip laman Muhammadiyah, Selasa (10/1/2023).
Baca Juga: Pandemi Bermetamorfosis Endemik: Peta Jalan Pembelajaran Metaverse"Tapi di sini, di dalamnya ada proses belajar mengajar, dari yang tahu kepada yang tidak tahu, dari yang sudah punya ilmu kepada yang tidak punya ilmu,” imbuhnya.
Dia menegaskan, orang tua merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Untuk itu, para orang tua wajib mendidik anak sesuai dengan nilai-nilai islam.
“Ini tugas kita (orang tua), yang tidak bisa lepas di pundak kita. Membangun generasi, berarti membangun kekuatan Islam ke depan, generasi yang kuat," tegasnya.
Dalam hal mendidik anak, Anif mengupas surat An-Nisa Ayat sembilan sebagai sebuah peringatan untuk membangun generasi berilmu, beriman, dan kuat fisik. Sebagaimana Allah berfirman:
وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."
"Bukan yang disindir oleh Allah dalam Surat An-Nisa ayat sembilan tadi, meninggalkan generasi lemah,” ucap dia.
(zhd)