Empat Peran Muslimah Indonesia Bangun Ketahanan Keluarga
Fajar adhitya
Selasa, 20 Desember 2022 - 20:45 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Perempuan memegang peran krusial dalam membangun ketahanan keluarga. Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin menguraikan, sedikitnya ada empat bidang utama yang bisa dilakukan muslimah untuk membangun ketahanan keluarga Indonesia.
Pertama, muslimah Indonesia perlu andil dalam upaya memperbaiki akses dan kualitas kesehatan bagi ibu, anak, dan remaja. Upaya ini guna mengakselerasi perbaikan nutrisi keluarga dan gizi anak.
Kedua, Muslimah Indonesia terus aktif dalam mengakselerasi peningkatan kualitas dan jenjang pendidikan. Pendidikan adalah hal utama bagi anak, dan ibu adalah sebaik-baik pendidik di keluarga.
Baca Juga:Bimas Islam: KUA Berperan Penting dalam Bangun Ketahanan Keluarga
Ketiga, adanya upaya meningkatkan keterampilan perempuan, baik yang bekerja ataupun mengurusi keperluan rumah tangga. Hal ini dilakukan dengan harapan mampu menunjang kualitas hidup dan ketahanan keluarga.
"Permasalahan terakhir yang saya harapkan mampu dibahas dalam Kongres ini, yaitu agar Muslimah Indonesia giat mengkampanyekan larangan perkawinan terlalu dini," ungkap Ma'ruf Amin dilansir dari laman resmi lembaga, Selasa (20/12/2022).
Saat membuka Kongres Muslimah Indonesia (KMI) ke-3, Kiai Ma’ruf Amin mengatakan, muslimah Indonesia diharapkan dapat menekan praktik pernikahan dini. Dia menjelaskan masalah pernikahan terlalu dini yang dibahas bukanlah pada ranah kebolehan atau larangannya, tapi fokus pada kemaslahatan yang dihadirkan.
Pertama, muslimah Indonesia perlu andil dalam upaya memperbaiki akses dan kualitas kesehatan bagi ibu, anak, dan remaja. Upaya ini guna mengakselerasi perbaikan nutrisi keluarga dan gizi anak.
Kedua, Muslimah Indonesia terus aktif dalam mengakselerasi peningkatan kualitas dan jenjang pendidikan. Pendidikan adalah hal utama bagi anak, dan ibu adalah sebaik-baik pendidik di keluarga.
Baca Juga:Bimas Islam: KUA Berperan Penting dalam Bangun Ketahanan Keluarga
Ketiga, adanya upaya meningkatkan keterampilan perempuan, baik yang bekerja ataupun mengurusi keperluan rumah tangga. Hal ini dilakukan dengan harapan mampu menunjang kualitas hidup dan ketahanan keluarga.
"Permasalahan terakhir yang saya harapkan mampu dibahas dalam Kongres ini, yaitu agar Muslimah Indonesia giat mengkampanyekan larangan perkawinan terlalu dini," ungkap Ma'ruf Amin dilansir dari laman resmi lembaga, Selasa (20/12/2022).
Saat membuka Kongres Muslimah Indonesia (KMI) ke-3, Kiai Ma’ruf Amin mengatakan, muslimah Indonesia diharapkan dapat menekan praktik pernikahan dini. Dia menjelaskan masalah pernikahan terlalu dini yang dibahas bukanlah pada ranah kebolehan atau larangannya, tapi fokus pada kemaslahatan yang dihadirkan.