Outlook 2023
UMKM Bisa Jadi Andalan saat Resesi, Belajar dari Pandemi Covid
Mahmuda attar hussein
Rabu, 21 Desember 2022 - 10:30 WIB
UMKM Bisa Jadi Andalan saat Resesi, Belajar dari Pandemi Covid. (Foto: Istimewa).
Keberadaan UMKM bisa jadi andalan saat Indonesia dihadapkan dengan resesi pada 2023 mendatang. Hal ini pernah terjadi kala pandemi Covid-19 lalu.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Mercu Buana, Agus Herta mengatakan, memang tidak semua UMKM bisa diandalkan. Sebab, tidak sedikit yang terdampak sampai harus gulung tikar saat krisis.
"UMKM bisa diandalkan saat krisis dan resesi 2023 ketika digitalisasi ekonomi terpusat di wilayah UMKM dengan basis produksi," kata dia menjawab pertanyaan Langit7 dalam Diskusi Publik: Evaluasi Akhir Tahun Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara, Selasa, (20/12/2022).
Namun sayangnya, lanjut dia, digitalisasi ekonomi masih terpusat pada wilayah yang bukan pada basis produksi UMKM, sehingga kurang ada penyerapan produk dalam negeri untuk menciptakan keseimbangan antara supply dan demand.
Baca Juga: UMKM Berkontribusi Besar ke Perekonomian Nasional tapi Terkendala Digitalisasi
"Karena ini yang berkembang adalah UMKM perdagangan bukan produksi. UMKM perdagangan adalah mereka yang menjual produk luar, jadi basis industrinya tidak terdorong secara optimal," ujar dia.
Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini juga berharap agar pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait digitalisasi ekonomi yang diarahkan pada basis produksi, dan bukan pada basis perdagangan.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Mercu Buana, Agus Herta mengatakan, memang tidak semua UMKM bisa diandalkan. Sebab, tidak sedikit yang terdampak sampai harus gulung tikar saat krisis.
"UMKM bisa diandalkan saat krisis dan resesi 2023 ketika digitalisasi ekonomi terpusat di wilayah UMKM dengan basis produksi," kata dia menjawab pertanyaan Langit7 dalam Diskusi Publik: Evaluasi Akhir Tahun Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara, Selasa, (20/12/2022).
Namun sayangnya, lanjut dia, digitalisasi ekonomi masih terpusat pada wilayah yang bukan pada basis produksi UMKM, sehingga kurang ada penyerapan produk dalam negeri untuk menciptakan keseimbangan antara supply dan demand.
Baca Juga: UMKM Berkontribusi Besar ke Perekonomian Nasional tapi Terkendala Digitalisasi
"Karena ini yang berkembang adalah UMKM perdagangan bukan produksi. UMKM perdagangan adalah mereka yang menjual produk luar, jadi basis industrinya tidak terdorong secara optimal," ujar dia.
Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini juga berharap agar pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait digitalisasi ekonomi yang diarahkan pada basis produksi, dan bukan pada basis perdagangan.