LANGIT7.ID, Jakarta - Keberadaan
UMKM bisa jadi andalan saat Indonesia dihadapkan dengan
resesi pada 2023 mendatang. Hal ini pernah terjadi kala pandemi Covid-19 lalu.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Mercu Buana, Agus Herta mengatakan, memang tidak semua UMKM bisa diandalkan. Sebab, tidak sedikit yang terdampak sampai harus gulung tikar saat krisis.
"UMKM bisa diandalkan saat krisis dan resesi 2023 ketika digitalisasi ekonomi terpusat di wilayah UMKM dengan basis produksi," kata dia menjawab pertanyaan
Langit7 dalam
Diskusi Publik: Evaluasi Akhir Tahun Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara, Selasa, (20/12/2022).
Namun sayangnya, lanjut dia, digitalisasi ekonomi masih terpusat pada wilayah yang bukan pada basis produksi UMKM, sehingga kurang ada penyerapan produk dalam negeri untuk menciptakan keseimbangan antara supply dan demand.
Baca Juga: UMKM Berkontribusi Besar ke Perekonomian Nasional tapi Terkendala Digitalisasi"Karena ini yang berkembang adalah UMKM perdagangan bukan produksi. UMKM perdagangan adalah mereka yang menjual produk luar, jadi basis industrinya tidak terdorong secara optimal," ujar dia.
Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini juga berharap agar pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait digitalisasi ekonomi yang diarahkan pada basis produksi, dan bukan pada basis perdagangan.
"Kita ini mirisnya adalah penjualan e-commerce naik 70 persen, tapi yang dijual justru produk impor. Inilah yang menyebabkan beberapa UMKM malah gulung tikar saat pandemi lalu," ujarnya.
Baca Juga: Airlangga: UMKM Miliki Kontribusi Signifikan Terhadap PDBMenurutnya, UMKM basis produksi atau industri mesti diperhatikan agar bisa menjadi andalan untuk menghidupkan perekonomian saat krisis.
"Ke depan UMKM harus menjadi bumper, yaitu dengan mendorong basis produksi yang mengedepankan padat karya, dan pergerakannya mesti terus didorong," tambahnya.
Peranan UMKMDeputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah, mengatakan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun sangat disayangkan, UMKM banyak didominasi oleh unit usaha mikro yang berada di sektor informal dengan literasi usaha dan akses pembiayaan yang rendah.
"Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional besar (terhadap PDB, tenaga kerja,dll) kecuali kontribusi ekspor yang masih rendah, dibandingkan dengan negara lain juga masih rendah," kata Azizah.
Baca Juga: ESB Digital Resto Permudah UMKM Kelola Produk F&BMenurut dia, salah satu cara mempersiapkan ketahanan UMKM adalah melakukan transformasi digital agar terjadi efisiensi dari segi pasar, produksi, hingga pembiayaan.
Mengutip kanal YouTube
Dr Indrawan Nugroho, ada 4 sektor bisnis termasuk UMKM yang tak terlalu terdampak, bahkan diprediksi mampu bertahan di tengah resesi. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. KosmetikIndustri kosmetika atau perawatan tubuh disebut sebagai sektor usaha yang mampu bertahan di tengah resesi. Sebab banyak orang tidak terlalu peduli dengan krisis ekonomi, tapi peduli akan penampilan fisiknya.
"Saat krisis pandemi juga terjadi peningkatan tren produk skincare. Bahkan, tren itu masih terjadi hingga sekarang. Sehingga diprediksi sektor industri kosmetika akan tetap bertahan saat pandemi," ujarnya.
2. AICloud computing yang berkenaan dengan kecerdasan buatan (AI), juga disebut sebagai sektor yang mampu bertahan di tengah resesi.
"Apalagi ke depan akan dilakukan percepatan adaptasi perusahaan tradisional dengan menggunakan dukungan sistem digital," katanya.
3. KonsultanAda beberapa konsultan yang jasanya akan banyak digunakan masyarakat. Di antaranya seperti konsultan keuangan dan konsultan kesehatan.
Konsultasi atau perencanaan keuangan, khususnya urusan keuangan rumah tangga diprediksi akan banyak digunakan masyarakat. Apalagi, resesi ekonomi berkenaan langsung dengan keuangan.
"Sementara konsultan kesehatan mental juga diprediksi akan menguat karena memang banyak pekerja yang stres. Selain akibat tekanan pekerjaan juga kemungkinan PHK saat resesi," ujarnya.
4. FnBSektor usaha makanan dan minuman (FnB) disebut sebagai sektor yang resistan terhadap krisis. Apalagi sektor usaha ini berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia.
"Terlepas apapun sektor usaha Anda, cobalah untuk mengelola bisnis sebaik mungkin, terutama di masa-masa tidak menentu seperti resesi. Harapannya bisa terlepas dari kesulitan ekonomi," tambahnya.
(bal)