home edukasi & pesantren

Berawal dari Pesantren, Madrasah Jadi Antitesis Sekolah Modern ala Penjajah

Kamis, 22 Desember 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi Madrasah (foto: langit7.id/istock)
Sebelum sistem pendidikan modern berupa sekolah dikenalkan oleh penjajah Belanda, Indonesia sudah memiliki sistem pendidikan sendiri berupapesantren.

Menurut Sejarawan Mun'im Sorry menyebut pesantren memiliki corak yang berbeda dengan sistem sekolah ala Belanda. Baik dari segi kurikulum, sistem pembelajaran hingga mata pelajaran yang diajarkan.

Kemudian muncul sistem madrasah yang jadi antitesis sekolah ala penjajah. Di era kemerdekaan pesantren dan madrasah responsif dengan tantangan zaman. Maka tak heran jika saat ini madrasah dan pesantren menggabungkan pendidikan agama dan pendidikan umum.

Sekolah dan Madrasah

Jumlah sekolah di Indonesia merupakan yang terbesar ketiga di Asia setelah China dan India. Mun’im menjelaskan, Indonesia memiliki sekira 60 juta siswa di Indonesia, sekitar 4 juta guru, dan lebih dari 300 institusi pendidikan.

“Ini memperlihatkan betapa luasnya cakupan pendidikan di Indonesia. Karena itu tidak heran kalau pendidikan di Indonesia dinaungi oleh dua lembaga yakni Kemendikbud-Ristek dan Kemenag,” kata Mun’im dalam webinar Pendidikan Agama Islam: Tantangan dan Respon Pendidikan Islam di Era Society 5.0, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait
Berita Lainnya