3 Masjid di Tempat Wisata, Berlibur Tanpa Tinggalkan Kewajiban
Andi Muhammad
Rabu, 28 Desember 2022 - 12:00 WIB
Ragunan menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat mengisi waktu libur. Foto: Facebook.com/ragunanzoo.
Indonesia memiliki banyak sekali destinasi wisata yang menakjubkan. Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, sederet tempat wisata di Indonesia dilengkapi dengan masjid-masjid menarik sebagai sarana ibadah.
Dengan adanya masjid di tempat wisata, tidak ada alasan untuk meninggalkan kewajiban sembari menikmati liburan. Berikut tiga masjid di tempat wisata:
1. Masjid Pangeran Diponegoro TMII
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu destinasi wisata sejuta pesona. Selain lengkap dengan miniatur dan budaya Indonesia, tempat wisata ini juga memiliki simbol kerukunan beragama, yakni dengan adanya Masjid Pangeran Diponegoro serta beberapa rumah ibadah lainnya.
Masjid Pangeran Diponegoro diresmikan berbarengan dengan peresmian TMII pada 1975. Masjid Pangeran Diponegoro memiliki daya tampung sekitar 2.000 jamaah yang terdiri dari dua lantai. Masjid berdiri di atas tanah seluas 2.850 meter persegi dengan luas bangunan 760 meter persegi.
Baca Juga:Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?
Pemilihan nama 'Masjid Pangeran Diponegoro' bertujuan untuk mengabdikan nama seorang tokoh pahlawan nasional yang sekaligus memimpin agama Islam bersama masyarakat Yogyakarta gigih melawan penjajahan Belanda.
Dengan adanya masjid di tempat wisata, tidak ada alasan untuk meninggalkan kewajiban sembari menikmati liburan. Berikut tiga masjid di tempat wisata:
1. Masjid Pangeran Diponegoro TMII
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu destinasi wisata sejuta pesona. Selain lengkap dengan miniatur dan budaya Indonesia, tempat wisata ini juga memiliki simbol kerukunan beragama, yakni dengan adanya Masjid Pangeran Diponegoro serta beberapa rumah ibadah lainnya.
Masjid Pangeran Diponegoro diresmikan berbarengan dengan peresmian TMII pada 1975. Masjid Pangeran Diponegoro memiliki daya tampung sekitar 2.000 jamaah yang terdiri dari dua lantai. Masjid berdiri di atas tanah seluas 2.850 meter persegi dengan luas bangunan 760 meter persegi.
Baca Juga:Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?
Pemilihan nama 'Masjid Pangeran Diponegoro' bertujuan untuk mengabdikan nama seorang tokoh pahlawan nasional yang sekaligus memimpin agama Islam bersama masyarakat Yogyakarta gigih melawan penjajahan Belanda.