Kisah Lendo Novo, Menggagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji
Muhajirin
Senin, 23 Agustus 2021 - 10:23 WIB
Sekolah Alam Indonesia di Ciganjur Foto: Sekolah Alam Indonesia
Lendo Novo merupakan sosok hiperaktif. Label anak nakal disematkan tak hanya oleh sekolah tapi juga orang tuanya. Namun justru dari gagasannya Sekolah Alam terwujud dan tumbuh besar. Kini tokoh dibalik sekolah tersebut telah berpulang.
Dunia pendidikan pun berduka. Ia meninggal dunia pada Ahad, 22 Agustus 2021, menjelang 57 tahun usianya. Lendo Novo adalah lulusan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diakui sebagai inspirator pendidikan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sekolah Alam di seluruh Indonesia berduka cita mendalam. Abang kami, konseptor dan penggagas sekolah alam, Lendo Novo, dipanggil Allah pagi ini,” tulis @sekolahalam_id, Ahad (22/8/2021).
Lendo Novo lahir pada 6 November 1964. Ia tumbuh dalam keluarga Minang yang mapan. Kedua orang tuanya berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, dan merantau ke Jawa. Ayah Lendo pernah bekerja sebagai pegawai Bank Indonesia.
Sementara ibunya adalah seorang wirausaha. Bisnis Ibunda Lendo bermacam-macam, mulai dari jualan es mampo, menyewakan rumah, hingga memberi kredit kepada tetangga.
Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak badung. Ia bukan tipe anak pintar di bangku sekolah. Hukuman demi hukuman didapati saat berseragama TK, SD, SMP, bahkan SMA, lantaran tak bisa berkonsentrasi di dalam kelas. Waktu istirahat adalah penyemangat.
Terkait dengan karakter hiperaktif, Ia mendapat label anak nakal di sekolah. Lendo Novo juga akrab dengan hukuman dari orang tua yang juga memandangnya sama: anak nakal. Sang ayah memberikan didikan dengan keras.
Dunia pendidikan pun berduka. Ia meninggal dunia pada Ahad, 22 Agustus 2021, menjelang 57 tahun usianya. Lendo Novo adalah lulusan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diakui sebagai inspirator pendidikan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sekolah Alam di seluruh Indonesia berduka cita mendalam. Abang kami, konseptor dan penggagas sekolah alam, Lendo Novo, dipanggil Allah pagi ini,” tulis @sekolahalam_id, Ahad (22/8/2021).
Lendo Novo lahir pada 6 November 1964. Ia tumbuh dalam keluarga Minang yang mapan. Kedua orang tuanya berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, dan merantau ke Jawa. Ayah Lendo pernah bekerja sebagai pegawai Bank Indonesia.
Sementara ibunya adalah seorang wirausaha. Bisnis Ibunda Lendo bermacam-macam, mulai dari jualan es mampo, menyewakan rumah, hingga memberi kredit kepada tetangga.
Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak badung. Ia bukan tipe anak pintar di bangku sekolah. Hukuman demi hukuman didapati saat berseragama TK, SD, SMP, bahkan SMA, lantaran tak bisa berkonsentrasi di dalam kelas. Waktu istirahat adalah penyemangat.
Terkait dengan karakter hiperaktif, Ia mendapat label anak nakal di sekolah. Lendo Novo juga akrab dengan hukuman dari orang tua yang juga memandangnya sama: anak nakal. Sang ayah memberikan didikan dengan keras.