Manfaat Permainan Tradisional, Tingkatkan Koordinasi Visual-Motorik
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 30 Desember 2022 - 13:54 WIB
Ilustrasi permainan tradisional. Foto: iStock.
Permainan tradisional adalah hasil budaya masyarakat setempat yang tumbuh dan hidup hingga sat ini. Umumnya permainan tradisional dimainkan dengan suka rela menggunakan bahasa atau ciri khas tertentu dari daerah asal.
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, bekel, dan lainnya.
Psikolog, Dara Mutia Ulfah, mengatakan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, atau bekel merupakan permainan yang membuat tubuh menjadi aktif bergerak yang erat kaitannya dengan perkembangan motorik anak.
Baca juga: Menilik Sejarah Gulat Pathol, Permainan Tradisional Khas Rembang
Dara menjelaskan motorik terbagi menjadi dua, yaitu kasar dan halus. Pengertian motorik kasar adalah gerakan yang melibatkan otot besar seperti otot lengan, kaki dan betis. Adapun gerakannya seperti duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat dan jongkok.
Sementara motorik halus erat kaitannya dengan otot kecil seperti otot jari. Adapun gerakannya seperti menjumput, menggenggam dan meremas.
"Karena permainan tradisional melibatkan tubuh, jadi secara otomatis hal tersebut akan sangat bermanfaat juga bagi perkembangan motorik anak baik itu kasar maupun halus," ujar Dara kepada Langit7, Kamis (29/12/2022).
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, bekel, dan lainnya.
Psikolog, Dara Mutia Ulfah, mengatakan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, atau bekel merupakan permainan yang membuat tubuh menjadi aktif bergerak yang erat kaitannya dengan perkembangan motorik anak.
Baca juga: Menilik Sejarah Gulat Pathol, Permainan Tradisional Khas Rembang
Dara menjelaskan motorik terbagi menjadi dua, yaitu kasar dan halus. Pengertian motorik kasar adalah gerakan yang melibatkan otot besar seperti otot lengan, kaki dan betis. Adapun gerakannya seperti duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat dan jongkok.
Sementara motorik halus erat kaitannya dengan otot kecil seperti otot jari. Adapun gerakannya seperti menjumput, menggenggam dan meremas.
"Karena permainan tradisional melibatkan tubuh, jadi secara otomatis hal tersebut akan sangat bermanfaat juga bagi perkembangan motorik anak baik itu kasar maupun halus," ujar Dara kepada Langit7, Kamis (29/12/2022).