Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 19 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Manfaat Permainan Tradisional, Tingkatkan Koordinasi Visual-Motorik

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 30 Desember 2022 - 13:54 WIB
Manfaat Permainan Tradisional, Tingkatkan Koordinasi Visual-Motorik
Ilustrasi permainan tradisional. Foto: iStock.
LANGIT7.ID,- Jakarta - Permainan tradisional adalah hasil budaya masyarakat setempat yang tumbuh dan hidup hingga sat ini. Umumnya permainan tradisional dimainkan dengan suka rela menggunakan bahasa atau ciri khas tertentu dari daerah asal.

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, bekel, dan lainnya.

Psikolog, Dara Mutia Ulfah, mengatakan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, atau bekel merupakan permainan yang membuat tubuh menjadi aktif bergerak yang erat kaitannya dengan perkembangan motorik anak.

Baca juga: Menilik Sejarah Gulat Pathol, Permainan Tradisional Khas Rembang

Dara menjelaskan motorik terbagi menjadi dua, yaitu kasar dan halus. Pengertian motorik kasar adalah gerakan yang melibatkan otot besar seperti otot lengan, kaki dan betis. Adapun gerakannya seperti duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat dan jongkok.

Sementara motorik halus erat kaitannya dengan otot kecil seperti otot jari. Adapun gerakannya seperti menjumput, menggenggam dan meremas.

"Karena permainan tradisional melibatkan tubuh, jadi secara otomatis hal tersebut akan sangat bermanfaat juga bagi perkembangan motorik anak baik itu kasar maupun halus," ujar Dara kepada Langit7, Kamis (29/12/2022).

Menurut Dara, permainan tradisional bermanfaat untuk perkembangan motorik kasar dan halus. Gerakan melompat pada lompat tali, lanjut Dara, dapat menguatkan otot-otot tubuh, sehingga membuat tubuh jadi lebih kuat dan fleksibel.

"Jika sudah demikian, maka hal tersebut dapat menunjang anak untuk duduk diam dalam waktu yang lama, sehingga jika misal belajar di sekolah anak menjadi lebih lama dan bisa fokus serta duduk diam," lanjutnya.

Kemudian, permainan tradisional juga melatih keseimbangan tubuh. Jika main engklek, tentunya anak akan berdiri satu kaki sembari melompat, sehingga membantu anak untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.

"Sisi kiri dan kanan tubuh bisa lebih terkoordinasi dengan baik. Keseimbangan tubuh ini nanti ada kaitannya dengan kemampuan seseorang untuk mengorganisasi dan mengelola diri untuk fokus. Jadi kalau tubuhnya seimbang, itu biasanya kemampuan organisasinya juga bagus. Organisasi itu bisa dalam hal mengatur misal schedule atau menyiapkan tas sekolah dan lain-lain," ucapnya.

Baca juga: Komunitas di Tulungagung Gelar Lomba Permainan Tradisional untuk Lestarikan Budaya

"Engklek itu kan kita lempar batu kemudian kita harus melompat-lompat. Lalu kita harus merencanakan gerakan, harus melompat ke kotak yang mana aja. Nah itu melatih perencanaan gerak kita dan meningkatkan kemampuan koordinasi visual motorik. Jadi kita mengorganisasikan atau mengkoordinasikan antara pandangan mata dengan gerakan kita," lanjut dia.

Sedangkan, untuk manfaat motorik halus juga bisa menunjang atau meningkatkan koordinasi visual motorik.

"Kerjasama antara pandangan mata dengan gerakan tangan, contohnya kalau kita main congklak, di mana kita memegang banyak biji congklak kemudian kita harus mengontrol meletakkan satu keping demi satu keping dan menahan kepingan batu atau biji yang lain. Nah itu kan melatih koordinasi visual motorik dan perencanaan gerak kita. Kemudian kalau main bekel, kita harus mengatur ritme gerakan bola. Itu juga berkaitan dengan pengaturan koordinasi visual motorik juga," ucap Dara.

Permainan tradisional seperti bekel dapat bermanfaat menguatkan otot-otot jari tangan anak. Saat bermain bekel, anak akan mencabik kepingannya. Gerakan ini dapat melatih otot jari menjadi kuat dalam menggenggam dan menjumput benda-benda kecil.

Sedangkan manfaat bagi anak usia sekolah dari permainan bekel berkaitan dengan menulis. Sebab, lanjut Dara, aktivitas menulis membutuhkan kekuatan otot jari ketika memegang pensil.

Tak hanya bermanfaat pada gerak, kata Dara, permainan tradisional juga bermanfaat untuk emosi anak-anak. Dia melanjutkan, saat anak melakukan permainan tradisional maka secara tak langsung dia mengaktifkan hormon bahasia.

Baca juga: Mustofa Sam, Touring Seorang Diri Keliling Jawa Kenalkan Permainan Tradisional

"Kalau berolahraga itu akan mengaktifkan hormon bahagia, dopamin jadi keluar. Kemudian dengan bergerak kita juga akan mengalirkan darah ke atas kita, sehingga otak kita oksigennya banyak. Dengan oksigen banyak itu, hal tersebut akan meningkatkan fungsi kerja otak sehingga ketika berpikir bisa lebih jernih dan bisa lebih optimal," cetus Dara.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 19 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)