Berkunjung ke Markas NU, Menlu Malaysia Kenang Sosok Gus Dur
Andi Muhammad
Jum'at, 30 Desember 2022 - 14:15 WIB
Berkunjung ke Markas NU, Menlu Malaysia Kenang Sosok Gus Dur. Foto: Istimewa.
Menteri Luar (Menlu) Negeri Malaysia, Zambry Abdul Kadir mengungkapkan, ketertarikan atas perkembangan dan pemikiran dengan Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga menyatakan kenangannya tentang sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi magnet kuat NU di ranah global.
Hal tersebut dia ungkapkan kala berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Menurut dia, kunjungannya ke PBNU semata-mata murni keinginan dirinya sendiri.
“Ini pilihan saya. Jadi, (kunjungan) ini suatu hal yang menarik untuk dilakukan,” kata Zambry dilansir laman resmi PBNU, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga:Soal Korupsi Bantuan Gempa, Cholil Nafis Minta Hukum Tidak Pandang Bulu
Zambry mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Gus Dur terjalin semasa dirinya masih bekerja di kantor wali kota, Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, Gus Dur sering berkunjung dan melakukan banyak diskusi.
“Waktu saya bekerja di wali kota, Gus Dur sering main ke departemen saya. Jadi, saya selalu bermain dan berbincang dengan Gus Dur,” ujar dia.
Dia pun munuturkan, dalam kunjungan kali ini tak hanya sekedar mempererat tali persaudaraan, tetapi juga jadi momentum saling bertukar pemikiran.
Hal tersebut dia ungkapkan kala berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Menurut dia, kunjungannya ke PBNU semata-mata murni keinginan dirinya sendiri.
“Ini pilihan saya. Jadi, (kunjungan) ini suatu hal yang menarik untuk dilakukan,” kata Zambry dilansir laman resmi PBNU, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga:Soal Korupsi Bantuan Gempa, Cholil Nafis Minta Hukum Tidak Pandang Bulu
Zambry mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Gus Dur terjalin semasa dirinya masih bekerja di kantor wali kota, Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, Gus Dur sering berkunjung dan melakukan banyak diskusi.
“Waktu saya bekerja di wali kota, Gus Dur sering main ke departemen saya. Jadi, saya selalu bermain dan berbincang dengan Gus Dur,” ujar dia.
Dia pun munuturkan, dalam kunjungan kali ini tak hanya sekedar mempererat tali persaudaraan, tetapi juga jadi momentum saling bertukar pemikiran.