LANGIT7.ID, JAKARTA - Menteri Luar (Menlu) Negeri Malaysia, Zambry Abdul Kadir mengungkapkan, ketertarikan atas perkembangan dan pemikiran dengan Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga menyatakan kenangannya tentang sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi magnet kuat NU di ranah global.
Hal tersebut dia ungkapkan kala berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Menurut dia, kunjungannya ke PBNU semata-mata murni keinginan dirinya sendiri.
“Ini pilihan saya. Jadi, (kunjungan) ini suatu hal yang menarik untuk dilakukan,” kata Zambry dilansir laman resmi PBNU, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: Soal Korupsi Bantuan Gempa, Cholil Nafis Minta Hukum Tidak Pandang BuluZambry mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Gus Dur terjalin semasa dirinya masih bekerja di kantor wali kota, Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, Gus Dur sering berkunjung dan melakukan banyak diskusi.
“Waktu saya bekerja di wali kota, Gus Dur sering main ke departemen saya. Jadi, saya selalu bermain dan berbincang dengan Gus Dur,” ujar dia.
Dia pun munuturkan, dalam kunjungan kali ini tak hanya sekedar mempererat tali persaudaraan, tetapi juga jadi momentum saling bertukar pemikiran.
“Dalam hubungan kita bukan hanya melibatkan hubungan secara resmi, tetapi saya juga mengambil kesempatan untuk mengunjungi NU dan perkembangan-perkembangan besar NU agar dapat bertukar pikiran,” ujarnya.
Sosok Gus Dur, lanjut dia, merupakan seorang panutan yang patut mendapatkan penghormatan dari semua kalangan. Terlebih mantan Presiden Indonesia ke-4 itu dikenal sebagai sosok jenius dengan watak menghibur.
“Gus Dur itu memiliki watak yang dapat menghibur lawan bicaranya. Beliau itu orang layak kita hormati,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Tips Siasati Libur Akhir Tahun di Rumah karena Cuaca Buruk(zhd)