100 Cabang Bisnis Hiburannya Tutup Akibat Pandemi, Inul Bisa Bertahan karena Hal Ini
Mahmuda attar hussein
Senin, 23 Agustus 2021 - 13:36 WIB
Inul Darasista bersama keluarga. Foto: instagram inul.d
Pandemi Covid-19 mengakibatkan berimbas kepada seluruh jenis usaha yang ada di Indonesia, termasuk bisnis karaoke Inul Vizta milik pedangdut kenamaan Indonesia Inul Daratista.
Inul mengaku, pandemi juga berimbas kepada bisnisnya yang bergerak dalam sektor hiburan. Sehingga dalam kurun waktu 1,5 tahun pandemi, sebanyak 100 cabangnya yang tersebar di beberapa wilayah tanah air harus tutup.
Tidak mati langkah, Inul tetap berupaya untuk bisa menggerakkan roda perekonomiannya, dengan membangun bisnis baru yang bergerak di bidang kuliner, yakni Rawon Tulang Muda.
Baca juga:Keluar dari PNS, Muslim Ini Sukses Jalankan Bisnis PO Bus
Dengan beralih ke usaha Food and Beverage (F&B), ia meyakini dapat tetap mengembangkan bisnisnya, karena kebutuhan makanan di dalam kondisi dan situasi apa pun tetap memiliki permintaan di pasaran.
“Jadi kita memang memanfaatkan kenalan dan beberapa pelanggan kita dulu. Dengan menawarkan produk ke mereka Alhamdulillah belum sampai satu tahun bisnis F&B bisa tetap bertahan hingga sekarang. Jadi tidak hanya asal punya duit jualan dan untung. Strategi harus ada walaupun hanya kecil-kecilan,” ujarnya dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8).
Menurutnya, kerja sama merupakan hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Dalam hal ini, rekan bisnis juga perlu mendapat keuntungan, sehingga nantinya akan saling memanfaatkan tanpa merugikan satu pihak.
Inul mengaku, pandemi juga berimbas kepada bisnisnya yang bergerak dalam sektor hiburan. Sehingga dalam kurun waktu 1,5 tahun pandemi, sebanyak 100 cabangnya yang tersebar di beberapa wilayah tanah air harus tutup.
Tidak mati langkah, Inul tetap berupaya untuk bisa menggerakkan roda perekonomiannya, dengan membangun bisnis baru yang bergerak di bidang kuliner, yakni Rawon Tulang Muda.
Baca juga:Keluar dari PNS, Muslim Ini Sukses Jalankan Bisnis PO Bus
Dengan beralih ke usaha Food and Beverage (F&B), ia meyakini dapat tetap mengembangkan bisnisnya, karena kebutuhan makanan di dalam kondisi dan situasi apa pun tetap memiliki permintaan di pasaran.
“Jadi kita memang memanfaatkan kenalan dan beberapa pelanggan kita dulu. Dengan menawarkan produk ke mereka Alhamdulillah belum sampai satu tahun bisnis F&B bisa tetap bertahan hingga sekarang. Jadi tidak hanya asal punya duit jualan dan untung. Strategi harus ada walaupun hanya kecil-kecilan,” ujarnya dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu kemarin (22/8).
Menurutnya, kerja sama merupakan hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Dalam hal ini, rekan bisnis juga perlu mendapat keuntungan, sehingga nantinya akan saling memanfaatkan tanpa merugikan satu pihak.