Museum Subak jadi Sarana Wisata Edukasi di Bali
Hasanah syakim
Ahad, 01 Januari 2023 - 22:35 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungu Museum Subak, Bali. (foto: Kemenparekraf)
Keberadaan Museum Subak di Tabanan, Bali dijadikan wisata edukasi bagi wisatawan. Keunikan sistem yang mengatur pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali menjadi daya tarik dari keberadaan museum ini.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Museum Subak, sebab sebelumnya sistem ini telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
"Subak ini sudah mendapatkan pengetahuan UNESCO di tahun 2012. Dan ini sangat menarik karena merupakan kearifan lokal yang masih sangat kental dan relevan di masa kini. Di mana kita memerlukan ketahanan dan kedaulatan pangan," ungkap Sandiaga dalam keterangannya Ahad (1/1/2023).
Baca juga:Burung Curik Bali Dijadikan Ikon Pariwisata di Bali Bagian Barat
Lebih lanjut, Sandiaga mendorong agar pengelolaan Museum Subak dapat dimaksimalkan dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Termasuk penambahan atraksi, sehingga bisa lebih menarik minat kunjungan wisatawan.
"Ini sangat menarik dan jika kita tambah atraksi, kami akan mendorong lebih banyak wisatawan khususnya sebagai destinasi wisata edukasi tentang pengelolaan pengairan itu," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan membantu promosi Museum Subak agar kunjungan wisatawan ke museum ini dapat meningkat. Kemudian kata Sandiaga, keberadaan sistem Subak di Bali telah memberikan dampak yang luas, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Museum Subak, sebab sebelumnya sistem ini telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
"Subak ini sudah mendapatkan pengetahuan UNESCO di tahun 2012. Dan ini sangat menarik karena merupakan kearifan lokal yang masih sangat kental dan relevan di masa kini. Di mana kita memerlukan ketahanan dan kedaulatan pangan," ungkap Sandiaga dalam keterangannya Ahad (1/1/2023).
Baca juga:Burung Curik Bali Dijadikan Ikon Pariwisata di Bali Bagian Barat
Lebih lanjut, Sandiaga mendorong agar pengelolaan Museum Subak dapat dimaksimalkan dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Termasuk penambahan atraksi, sehingga bisa lebih menarik minat kunjungan wisatawan.
"Ini sangat menarik dan jika kita tambah atraksi, kami akan mendorong lebih banyak wisatawan khususnya sebagai destinasi wisata edukasi tentang pengelolaan pengairan itu," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan membantu promosi Museum Subak agar kunjungan wisatawan ke museum ini dapat meningkat. Kemudian kata Sandiaga, keberadaan sistem Subak di Bali telah memberikan dampak yang luas, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.