Tafsir Ar-Rahman 13 yang Sering Disebut Komentator Piala AFF 2022
Fajar adhitya
Selasa, 03 Januari 2023 - 05:28 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Salah satu yang memeriahkan tayangan sepak bola adalah celetukan komentator. Pada Piala AFF 2022, celetukan yang sering muncul adalah “Nikmat mana lagi yang kau dustakan”.
Kalimat tersebut diucapkan Hadi Gunawan atau Bung Ahay manakala skuad timnas gagal mengeksekusi bola menjadi gol. Kalimat “Nikmat mana lagi yang kau dustakan” berasal dari ayat Al-Qur'an, yakni Surat Ar-Rahman ayat 13.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Terjemah : Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia, “Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?
Baca juga:Makna Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Doa saat Hadapi Masalah
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menuliskan, ayat di atas terulang dalam Surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali. Penyebutan nikmat-nikmat, penyodoran pertanyaan semacam di atas, mengandung makna keagungan nikmat tersebut serta banyaknya manfaat yang diraih oleh penerimanya.
Kalimat tersebut diucapkan Hadi Gunawan atau Bung Ahay manakala skuad timnas gagal mengeksekusi bola menjadi gol. Kalimat “Nikmat mana lagi yang kau dustakan” berasal dari ayat Al-Qur'an, yakni Surat Ar-Rahman ayat 13.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Terjemah : Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia, “Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?
Baca juga:Makna Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Doa saat Hadapi Masalah
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menuliskan, ayat di atas terulang dalam Surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali. Penyebutan nikmat-nikmat, penyodoran pertanyaan semacam di atas, mengandung makna keagungan nikmat tersebut serta banyaknya manfaat yang diraih oleh penerimanya.