Kisah KH Chudlori, Pilih Beli Gamelan Demi Kerukunan Warga
Arif purniawan
Kamis, 05 Januari 2023 - 11:02 WIB
KH Chudlori (foto: Langit7)
KH Chudlori semasa hidup pernah memberikan perintah yang tidak lazim. Pendiri Ponpes API Tegalrejo Magelang itu menyarankan penduduk desa untuk mengutamakan membeli gamelan, memanfaatkan kas desa, daripada untuk merenovasi masjid.
Saat itu KH Chudlori dimintai pendapat warga Tepus, Magelang, karena terjadi silang pendapat dalam menggunakan kas desa. Satu kelompok ingin dibelikan gamelan, satu kelompok lagi digunakan untuk merenovasi masjid agar daya tampung bertambah. Selisih pendapat itu tidak ada jalan keluarnya.
Ketika itu, KH Abdurrahman Wahid yang masih nyantri, diminta KH Chudlori untuk mendampinginya menemui warga yang mengadu tersebut. Betapa terkejutnya Gus Dur, ternyata KH Chudlori menyarankan uang kas desa digunakan membeli gamelan untuk mencegah perpecahan.
Baca juga:Kisah Gus Dur Diprotes Sejumlah Kiai Usai Cabut Tap MPR soal PKI
Akhirnya diputuskan uang kas desa digunakan untuk membeli gamelan bekas, karena warga setempat menyukai kesenian jathilan. Meskipun, kelompok yang mendukung pembangunan masjid agak kecewa dengan keputusan tersebut, karena uang kas dibelikan jathilan.
“Bangun masjid itu kata bapak bagus. Ternyata Bapak memberi perintah agar membeli gamelan terlebih dahulu. Terpenting tidak ada perpecahan dan warga jadi rukun. Soal masjid, nanti akan ada jalan sendiri," ujar KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), putra KH Chudlori.
Meski sudah memberikan perintah, ternyata warga dari kelompok yang ingin renovasi masjid tidak percaya dengan keputusan tersebut. Mereka kembali bertanya kepada KH Chudlori. “Saestu (sungguhan) kiai,” kata warga desa tersebut.
Saat itu KH Chudlori dimintai pendapat warga Tepus, Magelang, karena terjadi silang pendapat dalam menggunakan kas desa. Satu kelompok ingin dibelikan gamelan, satu kelompok lagi digunakan untuk merenovasi masjid agar daya tampung bertambah. Selisih pendapat itu tidak ada jalan keluarnya.
Ketika itu, KH Abdurrahman Wahid yang masih nyantri, diminta KH Chudlori untuk mendampinginya menemui warga yang mengadu tersebut. Betapa terkejutnya Gus Dur, ternyata KH Chudlori menyarankan uang kas desa digunakan membeli gamelan untuk mencegah perpecahan.
Baca juga:Kisah Gus Dur Diprotes Sejumlah Kiai Usai Cabut Tap MPR soal PKI
Akhirnya diputuskan uang kas desa digunakan untuk membeli gamelan bekas, karena warga setempat menyukai kesenian jathilan. Meskipun, kelompok yang mendukung pembangunan masjid agak kecewa dengan keputusan tersebut, karena uang kas dibelikan jathilan.
“Bangun masjid itu kata bapak bagus. Ternyata Bapak memberi perintah agar membeli gamelan terlebih dahulu. Terpenting tidak ada perpecahan dan warga jadi rukun. Soal masjid, nanti akan ada jalan sendiri," ujar KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), putra KH Chudlori.
Meski sudah memberikan perintah, ternyata warga dari kelompok yang ingin renovasi masjid tidak percaya dengan keputusan tersebut. Mereka kembali bertanya kepada KH Chudlori. “Saestu (sungguhan) kiai,” kata warga desa tersebut.