Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah KH Chudlori, Pilih Beli Gamelan Demi Kerukunan Warga

arif purniawan Kamis, 05 Januari 2023 - 11:02 WIB
Kisah KH Chudlori, Pilih Beli Gamelan Demi Kerukunan Warga
KH Chudlori (foto: Langit7)
LANGIT7.ID, Jakarta - KH Chudlori semasa hidup pernah memberikan perintah yang tidak lazim. Pendiri Ponpes API Tegalrejo Magelang itu menyarankan penduduk desa untuk mengutamakan membeli gamelan, memanfaatkan kas desa, daripada untuk merenovasi masjid.

Saat itu KH Chudlori dimintai pendapat warga Tepus, Magelang, karena terjadi silang pendapat dalam menggunakan kas desa. Satu kelompok ingin dibelikan gamelan, satu kelompok lagi digunakan untuk merenovasi masjid agar daya tampung bertambah. Selisih pendapat itu tidak ada jalan keluarnya.

Ketika itu, KH Abdurrahman Wahid yang masih nyantri, diminta KH Chudlori untuk mendampinginya menemui warga yang mengadu tersebut. Betapa terkejutnya Gus Dur, ternyata KH Chudlori menyarankan uang kas desa digunakan membeli gamelan untuk mencegah perpecahan.

Baca juga: Kisah Gus Dur Diprotes Sejumlah Kiai Usai Cabut Tap MPR soal PKI

Akhirnya diputuskan uang kas desa digunakan untuk membeli gamelan bekas, karena warga setempat menyukai kesenian jathilan. Meskipun, kelompok yang mendukung pembangunan masjid agak kecewa dengan keputusan tersebut, karena uang kas dibelikan jathilan.

“Bangun masjid itu kata bapak bagus. Ternyata Bapak memberi perintah agar membeli gamelan terlebih dahulu. Terpenting tidak ada perpecahan dan warga jadi rukun. Soal masjid, nanti akan ada jalan sendiri," ujar KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), putra KH Chudlori.

Meski sudah memberikan perintah, ternyata warga dari kelompok yang ingin renovasi masjid tidak percaya dengan keputusan tersebut. Mereka kembali bertanya kepada KH Chudlori. “Saestu (sungguhan) kiai,” kata warga desa tersebut.

Gus Yusuf mengatakan, agama itu dibawa kanjeng Nabi, buat merukunkan masyarakat, buat menentramkan masyarakat. Jangan sampai kalian dipaksa bangun masjid, jangan sampai masyarakat congkrah. Kalau masjid jadi, masyarakat congkrah, tidak ada yang datang ke masjid.

“Singkat cerita, tidak beberapa lama kemudian, masyarakat kompak, guyub rukun bareng-bareng bangun masjid besar, jamaah juga banyak,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Nyai Sinta Jadi Tiang Gus Dur, Sempat Jualan Kacang dan Es Lilin

Menurut dia, hukum itu berputar, sesuai dengan situasi dan kondisi. Masyarakat pada jaman saat itu, seperti itu. Bahkan, Gus Yusuf mengaku sudah mendengar kisah ini disampaikan Gus Dur lebih dari lima kali saat bertemu dengan mantan Presiden ke-4 RI itu.

“Intinya bahwa agama jangan sampai menjadikan perpecahan. Islam itu, datang dengan rahmat. Islam itu kanggo welas asih. itulah nilai-nilai Islam sesungguhnya,” ucapnya.

“Jangan mendahulukan simbol, sing penting masjid gagah, tapi masyarakat congkrah, itu bukan nilai-nilai Islam,” tuturnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan