Mushalla Al Marwani, Awalnya Gudang, lalu Kandang Kuda, Kini Jadi Tempat Sujud
Fajar adhitya
Senin, 23 Agustus 2021 - 20:20 WIB
Mushalla Al Marwani di areal bawah tanah Masjid Al Aqsa. (Foto: Aqsa Institut).
Mushalla Al Marwani berlokasi di areal bawah tanah Masjidil Aqsa. Ruang shalat ini awalnya gudang, lalu menjadi kandang kuda dan kini jadi tempat ummat Islam beribadah menyembah Allah subhanahu wata ala.
Mushalla Al Marwani terletak di bawah tanah pelataran Masjid Al Aqsa bagian tenggara yang terdiri dari 16 lorong, dengan luas lebih dari empat ribu meter persegi.
Dinding selatan dan timurnya bersilangan dengan dinding Masjid Al Aqsa, serta dinding Kota Tua Al Quds (Yerusalem). Bagian ini dikenal sebagai Permukiman Timur, yakni kawasan yang ditata kekhalifahan Umayyah agar sisi selatan dan utara Masjid Al Aqsa sama rata.
Baca Juga: Ummat Islam Skotlandia Jalan Kaki Sejauh 30 Mil Demi Bangun Masjid
Saat era Khalifah Abul Malik bin Marwan, area bawah tanah itu dijadikan sebagai tempat penyimpanan atau gudang karena besarnya ruangan. Sekarang, ruang bawah tanah itu dapat menampung hingga 10.000 jamaah.
Fungsi ruang bawah tanah itu kemudian berubah ketika Masjid Al Aqsa berada di bawah kekuasaan tentara salib. Mushalla Al Marwani dijadikan sebagai kandang kuda para pasukan perang.
Shalahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan Masjid Al Aqsa dari pasukan salib. Dia pun mengembalikan mushalla ini ke fungsi asalnya sebagai tempat pemerataan sisi utara dan selatan masjid serta sebagai tempat penyimpanan atau gudang hingga zionis menjajah Palestina.
Mushalla Al Marwani terletak di bawah tanah pelataran Masjid Al Aqsa bagian tenggara yang terdiri dari 16 lorong, dengan luas lebih dari empat ribu meter persegi.
Dinding selatan dan timurnya bersilangan dengan dinding Masjid Al Aqsa, serta dinding Kota Tua Al Quds (Yerusalem). Bagian ini dikenal sebagai Permukiman Timur, yakni kawasan yang ditata kekhalifahan Umayyah agar sisi selatan dan utara Masjid Al Aqsa sama rata.
Baca Juga: Ummat Islam Skotlandia Jalan Kaki Sejauh 30 Mil Demi Bangun Masjid
Saat era Khalifah Abul Malik bin Marwan, area bawah tanah itu dijadikan sebagai tempat penyimpanan atau gudang karena besarnya ruangan. Sekarang, ruang bawah tanah itu dapat menampung hingga 10.000 jamaah.
Fungsi ruang bawah tanah itu kemudian berubah ketika Masjid Al Aqsa berada di bawah kekuasaan tentara salib. Mushalla Al Marwani dijadikan sebagai kandang kuda para pasukan perang.
Shalahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan Masjid Al Aqsa dari pasukan salib. Dia pun mengembalikan mushalla ini ke fungsi asalnya sebagai tempat pemerataan sisi utara dan selatan masjid serta sebagai tempat penyimpanan atau gudang hingga zionis menjajah Palestina.