Pemilu 2024
Jelang Pemilu 2024, FISIP UMJ Soroti Krisis Adab Komunikasi Politik
Muhajirin
Sabtu, 07 Januari 2023 - 16:00 WIB
Dosen Pascasarjana FISIP UMJ, Prof. DR. Siti Zuhro, dalam diskusi nyoal Etika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu Serentak 2024 Era Digital, di Jakarta, Jumat (6/01/2023) (Dok FISIP UMJ)
Prihatin atas situasi politik jelang Pemilu 2024, Program Pascasarjana Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) merekomendasikan agar semua kalangan melakukan komunikasi politik secara beradab. Elit politik diharapkan memberikan keteladanan sedangkan masyarakat harus menjaga etika ketika berkomunikasi.
Dosen Pascasarjana FISIP UMJ, Prof. DR. Siti Zuhro, menyebut saat ini etika dalam melakukan komunikasi politik sangat esensial. Politik seharusnya tidak hanya mengejar dan mempertahankan kekuasaan, tapi juga menjaga keadaban dan keutuhan kebangsaan.
"Politik itu bukan sesuatu hal yang buruk. Politik itu ada masalah mendasarnya yang harus dijaga, yakni mendasarkan pada nilai moral, norma, dan agama. Hal itulah yang perlu dipahamkan ke publik,’’ kata Siti Zuhro, dalam diskusi Menyoal Etika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu Serentak 2024 Era Digital, di Jakarta, Jumat (6/01/2023).
Baca Juga:3 Bekal agar Tetap Waras di Tahun Politik yang Panas
Menurut Peneliti Politik BRIN itu, adanya ketiadaan etika dan moral itu pada praktik saat ini tampak nyata misalnya dengan ekspresi komunikasi di media sosial. Berbagai sosok elit hingga masyarakat biasa sebagian terjebak dalam kondisi tanpa adab, bahkan sudah memunculkan perpecahan. Suasana semakin terasa karena tahun politik ternyata muncul lebih awal jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2024, namun sudah ada semenjak 2022.
Dosen Pascasarjana FISIP UMJ, Prof. DR. Siti Zuhro, menyebut saat ini etika dalam melakukan komunikasi politik sangat esensial. Politik seharusnya tidak hanya mengejar dan mempertahankan kekuasaan, tapi juga menjaga keadaban dan keutuhan kebangsaan.
"Politik itu bukan sesuatu hal yang buruk. Politik itu ada masalah mendasarnya yang harus dijaga, yakni mendasarkan pada nilai moral, norma, dan agama. Hal itulah yang perlu dipahamkan ke publik,’’ kata Siti Zuhro, dalam diskusi Menyoal Etika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu Serentak 2024 Era Digital, di Jakarta, Jumat (6/01/2023).
Baca Juga:3 Bekal agar Tetap Waras di Tahun Politik yang Panas
Menurut Peneliti Politik BRIN itu, adanya ketiadaan etika dan moral itu pada praktik saat ini tampak nyata misalnya dengan ekspresi komunikasi di media sosial. Berbagai sosok elit hingga masyarakat biasa sebagian terjebak dalam kondisi tanpa adab, bahkan sudah memunculkan perpecahan. Suasana semakin terasa karena tahun politik ternyata muncul lebih awal jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2024, namun sudah ada semenjak 2022.