home wirausaha syariah

Rupiah Dihantam Ketidakpastian Ekonomi Global, Diprediksi Lampaui Target APBN

Sabtu, 07 Januari 2023 - 20:35 WIB
Ilustrasi seseorang sedang menggunakan kalkulator di atas tumpukan uang rupiah. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Dr M. Nawir Messi menilai, kecenderungan peningkatan ketidakpastian ekonomi global berpengaruh kepada nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah berpotensi melampui target APBN 2023 level Rp14.800 per dolar AS.

Menurut Nawir, inflasi USA masih 6 persen dan sangat jauh dari target tahunan yang 2 persen rata-rata. Jadi, The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuan meski tidak seagresif kenaikan sebelumnya pada 75 basis poin.

"Diperkirakan awal tahun ini pada 25 dan maksimal 50 basis poin," kata Nawir dalam diskusi publik awal 2023 Indef yang diikuti Langit7.id, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga:Prof Didin Damanhuri: Oligarki Ekonomi Makin Ofensif Kuasai Politik

Per Oktober–November 2022, lanjut Nawir, tercatat sudah 33 negara yang membatasi ekspor pangan. Hal itu meningkatkan harga pangan dunia. Jika produktivitas rendah, maka akan menjadi ancaman krisis pangan pada 2023 yang jauh lebih besar di dalam negeri.

Sebagai konskuensi dari situasi global, ancamam barang-barang impor akan tetap jadi masalah. Di sisi lain, China tidak bisa diprediksi kapan bisa mencapai zero Covid-19 yang telah mengganggu rantai pasok dunia.

"Tahun politik 2023-3024 di dalam negeri akan mengganggu fluktuasi harga-harga. Meski tahun ini inlfasi melandai, tetapi tetap akan ada tantangan inflasi lebih tinggi dari yang dicanangkan," ungkap Nawir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
apbn indef rupiah ekonom ekonomi global
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya