home edukasi & pesantren

Self Healing, Cara Atasi Stres Akibat Pandemi

Senin, 23 Agustus 2021 - 21:30 WIB
ilustrasi self healing (langit7.id/istock)
Pandemi Covid-19 memunculkan kecemasan yang mempengaruhi kestabilan pikiran dan ketenangan jiwa. Guna mengatasi kecemasan atau stress tersebut, bisa diatasi dengan self healing treatment. Terlebih dalam menekan stress akibat suasana yang berubah-ubah.

Sebelum melakukan self healing, seseorang perlu mengenali kondisi jiwa agar dapat bisa mendapat treatment yang tepat. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zakarija Achmat menyebut ada beberapa indikator stres yang kerap dialami seseorang. Beberapa indikator itu yakni merasa sedih, murung dan putus asa.

Kemudian, Muncul perasaan bahwa orang lain lebih baik keadaannya jika mati. Ada perasaan tidak berguna dan tidak dibutuhkan. Merasa berat badan menurun. Mengalami kesulitan tidur di malam hari. Merasa kurang istirahat dan tidak bisa tenang. Pikiran tidak sejernih biasanya. Merasa lelah tanpa sebab yang jelas dan merasa tidak punya harapan tentang masa depan.

Zakarija menjelaskan, stres adalah perasaan yang dialami ketika kehilangan kepercayaan diri dalam hal kemampuan menghadapi situasi tertentu. Stres dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Pada situasi pandemi Covid-19, yang menjadi stressor disebabkan faktor internalnya adalah persepsi, pikiran, dan apa yang dipercaya dari situasi tertentu.

Dari konsep itu, kata dia, pada situasi yang sama tidak selalu menimbulkan stres, persepsi, pikiran, maupun kepercayaan yang sama pada diri seseorang.

“Nah, jadi dari sini menunjukkan bahwa pentingnya belajar self healing karena stres-stres yang kita alami adalah kita dapat mengobatinya,” ucap Zakarija dikutip laman PWMU, Senin (23/8/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kesehatan mental kesehatan jiwa psikologi pandemi covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya