Pemilu 2024
Demokrat Tolak Proporsional Tertutup, AHY Ungkap Dua Alasannya
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 09 Januari 2023 - 18:15 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) saat bertemu dengan delapan ketua umum partai politik. (Foto: Instagram/@agusyudhoyono)
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan dengan tegas menolak wacana sistem proporsional tertutup pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Pernyataan itu disampaikan AHY usai bertemu dengan delapan ketua umum partai politik (parpol) menyikapi wacana tersebut.
"Partai Demokrat sejak awal menolak dengan tegas wacana sistem pemilu proporsional tertutup. Kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan tentang isu-isu kebangsaan seperti ini juga bisa kita lakukan dari waktu ke waktu," kata AHY dalam keterangannya, dikutip Senin (9/1/2023).
AHY mengungkapkan, ada dua hal utama yang menjadi alasan Partai Demokrat menolak sistem proporsional tertutup. Pertama, AHY tidak ingin hak rayat dalam kehidupan demokrasi ini dirampas.
Baca Juga:PKS: Sistem Proporsional Tertutup Bentuk Kemunduran Demokrasi
"Jika terjadi sistem Pemilu tertutup, maka rakyat tidak bisa memilih secara langsung wakil-wakil rakyatnya. Padahal kita ingin semua menggunakan haknya dan tidak seperti membeli kucing dalam karung, dan tentu kita berharap pada saatnya para wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih benar-benar yang bisa membawa perubahan dan perbaikan," ungkap AHY.
Oleh karena itu, AHY berharap sistem proporsional terbuka bisa tetap dijalankan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku hari ini. Hal tersebut agar semua pihak bisa menyambut pesta demokrasi dengan seksama dan berjalan dengan baik.
Yang kedua, lanjut AHY, secara internal, parpol juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya. Dengan sistem pemilu proporsional terbuka diharapkan setiap kader parpol memiliki ruang dan peluang yang adil.
"Partai Demokrat sejak awal menolak dengan tegas wacana sistem pemilu proporsional tertutup. Kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan tentang isu-isu kebangsaan seperti ini juga bisa kita lakukan dari waktu ke waktu," kata AHY dalam keterangannya, dikutip Senin (9/1/2023).
AHY mengungkapkan, ada dua hal utama yang menjadi alasan Partai Demokrat menolak sistem proporsional tertutup. Pertama, AHY tidak ingin hak rayat dalam kehidupan demokrasi ini dirampas.
Baca Juga:PKS: Sistem Proporsional Tertutup Bentuk Kemunduran Demokrasi
"Jika terjadi sistem Pemilu tertutup, maka rakyat tidak bisa memilih secara langsung wakil-wakil rakyatnya. Padahal kita ingin semua menggunakan haknya dan tidak seperti membeli kucing dalam karung, dan tentu kita berharap pada saatnya para wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih benar-benar yang bisa membawa perubahan dan perbaikan," ungkap AHY.
Oleh karena itu, AHY berharap sistem proporsional terbuka bisa tetap dijalankan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku hari ini. Hal tersebut agar semua pihak bisa menyambut pesta demokrasi dengan seksama dan berjalan dengan baik.
Yang kedua, lanjut AHY, secara internal, parpol juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya. Dengan sistem pemilu proporsional terbuka diharapkan setiap kader parpol memiliki ruang dan peluang yang adil.