Apa Hal Terpenting dalam Hidup? Aa Gym: Dicintai Allah SWT
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 12 Januari 2023 - 19:22 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan dalam hidup yang paling penting hanya satu yaitu disukai Allah SWT. Menurut dia, jika Anda disukai Allah SWT maka semua urusan akan diberikan yang terbaik.
Baca juga: Aa Gym: Orang Saleh Bisa Bedakan antara Keinginan dan Kebutuhan
"Jadi kalau ada kalau ada yang mau cita-cita. Apa cita-cita mu? Saya bercita-cita ingin menjadi orang yang dicintai Allah SWT, disukai dan diridhoi Allah. Sudah cukup," ujar Aa Gym dalam kajian pagi yang diikuti Langit7, Kamis (12/1/2022).
Karena jika ingin mencintai orang, mereka tidak bisa mencintai Anda tanpa izin Allah SWT.
"Mati-matian kita ingin dikagumi orang, oleh Allah SWT dibuat orang itu tidak suka ke kita. Maka tidak ada yang suka. Setiap hari manusia ada di dalam genggaman Allah SWT. Dibolak-balik hatinya oleh Allah SWT," katanya.
Aa Gym kemudian berkata alasan banyak hidupnya tidak bahagia karena mereka berharap selain Allah SWT, sementara yang ia harapkan adalah manusia.
"Makhluk itu tidak bisa memberi manfaat tanpa izin Allah. Walau bergabung seluruh jin dan manusia sejagat ini, mau memberi satu butir nasi saja tidak bisa. Kecuali kalau Allah menghendaki, jika tidak, ya tidak bisa," tuturnya.
Baca juga: Aa Gym: Orang Saleh Bisa Bedakan antara Keinginan dan Kebutuhan
"Jadi kalau ada kalau ada yang mau cita-cita. Apa cita-cita mu? Saya bercita-cita ingin menjadi orang yang dicintai Allah SWT, disukai dan diridhoi Allah. Sudah cukup," ujar Aa Gym dalam kajian pagi yang diikuti Langit7, Kamis (12/1/2022).
Karena jika ingin mencintai orang, mereka tidak bisa mencintai Anda tanpa izin Allah SWT.
"Mati-matian kita ingin dikagumi orang, oleh Allah SWT dibuat orang itu tidak suka ke kita. Maka tidak ada yang suka. Setiap hari manusia ada di dalam genggaman Allah SWT. Dibolak-balik hatinya oleh Allah SWT," katanya.
Aa Gym kemudian berkata alasan banyak hidupnya tidak bahagia karena mereka berharap selain Allah SWT, sementara yang ia harapkan adalah manusia.
"Makhluk itu tidak bisa memberi manfaat tanpa izin Allah. Walau bergabung seluruh jin dan manusia sejagat ini, mau memberi satu butir nasi saja tidak bisa. Kecuali kalau Allah menghendaki, jika tidak, ya tidak bisa," tuturnya.