LANGIT7.ID-Yogyakarta; Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi ekonomi syariah di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya memahami teori ekonomi syariah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional SEA-SUKA 5.0 bertajuk "Digital Innovation in Sharia Economic Systems: Strengthening Resilience and Expanding Inclusive Growth" yang digelar Forum Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (ForSEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr Priyonggo Suseno, menilai perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
"Generasi muda memiliki posisi strategis untuk menjadi inovator yang mampu mengembangkan berbagai model bisnis dan layanan keuangan syariah berbasis teknologi," katanya, dikutip Kamis (4/6/2026).
Menurut Priyonggo, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi semata, tetapi juga menyangkut pola pikir, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
"Mahasiswa harus menjadi pelaku utama yang menghadirkan solusi bagi pengembangan ekonomi syariah Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi ekonomi syariah berbasis digital kini terus berkembang. Inovasi tersebut mencakup fintech syariah, equity crowdfunding syariah, pembayaran digital syariah, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga integrasi keuangan sosial Islam melalui instrumen zakat dan wakaf produktif berbasis digital.
Seminar yang menghadirkan Direktur Program LAZ MKU Arif Yulianto sebagai narasumber itu diikuti ratusan mahasiswa, akademisi, pegiat ekonomi syariah, serta anggota Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari berbagai perguruan tinggi. Diskusi membahas peluang, tantangan, dan strategi memperkuat ekonomi syariah melalui inovasi serta transformasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Yulianto menekankan pentingnya sinergi antara lembaga filantropi Islam, perguruan tinggi, komunitas, dan generasi muda guna membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua ForSEBI UIN Sunan Kalijaga Muhammad Ayatullah Nur Ridho berharap pengetahuan ekonomi syariah yang dipelajari mahasiswa dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
"Harapan untuk kita semua khususnya mahasiswa, semoga teori yang dipelajari oleh KSEI tentang keuangan syariah tidak hanya berhenti di ruang diskusi atau kelas semata, namun bisa disalurkan kepada masyarakat," katanya.
Momentum kegiatan juga dimanfaatkan untuk memperluas literasi ekonomi syariah. Presidium Nasional FoSSEI Backtiar Akmal mengatakan peringatan Milad FoSSEI ke-26 akan diisi dengan berbagai kegiatan edukasi yang menjangkau masyarakat luas.
"Perayaan Milad FoSSEI yang ke-26 ini kita ramaikan dengan salah satu agenda yaitu Kampanye Nasional yang akan diisi dengan aksi literasi di berbagai sekolah di Indonesia. Harapannya, ekonomi syariah dapat menggaung lebih luas dan menjangkau masyarakat sejak dini," katanya.
Seminar tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Sharia Economics Advancement Sunan Kalijaga (SEA-SUKA) 5.0 sekaligus memperingati Milad ForSEBI ke-24 dan Milad FoSSEI ke-26.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga Dr Ibi Satibi, S.H.I., M.Si menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat pengelolaan dana sosial Islam, terutama zakat, guna mendukung program pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa.
(lam)