200 Juta Data Pengguna Bocor, Twitter Buka Suara
Ummu hani
Sabtu, 14 Januari 2023 - 22:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Sebanyak 200 juta data pribafi pengguna Twitter diduga bocor dan dijual secara gratis di forum peretas, Breached Forums. Data pribadi yang bocor berupa username (handle) dan alamat e-mail.
Menanggapi kasus tersebut, Twitter menyatakan kebocoran data yang terjadi pada Januari ini bukanlah berasal dari sistem perusahaan.
Baca Juga:UU PDP Dianggap Belum Efektif, Pakar Ungkap Ancaman Siber di 2023
"Kami bertanggung jawab untuk melindungi data pribadi Anda dengan serius. Menanggapi laporan sejumlah media terkait data pribadi pengguna dijual di forum online, kami telah melakukan investigasi dan tidak ada bukti yang merujuk pada kebocoran data pada sistem Twitter," tulis Twitter melalui blog resminya, dikutip Langit7.id, Sabtu (14/1/2023).
Twitter memastikan, data bocor di forum online merupakan kumpulan data yang tersedia untuk umum. Menurut Twitter, data tersebut dipastikan bukan data pribadi yang penting.
"Data (yang bocor) kemungkinan merupakan kumpulan data yang sudah tersedia di internet dan (dapat diakses) melalui berbagai sumber," tambah pernyataan Twitter.
Baca Juga:Situs UGM Disusupi Judi Online, Pakar Siber: Pentingnya Penetration Test Rutin
Menanggapi kasus tersebut, Twitter menyatakan kebocoran data yang terjadi pada Januari ini bukanlah berasal dari sistem perusahaan.
Baca Juga:UU PDP Dianggap Belum Efektif, Pakar Ungkap Ancaman Siber di 2023
"Kami bertanggung jawab untuk melindungi data pribadi Anda dengan serius. Menanggapi laporan sejumlah media terkait data pribadi pengguna dijual di forum online, kami telah melakukan investigasi dan tidak ada bukti yang merujuk pada kebocoran data pada sistem Twitter," tulis Twitter melalui blog resminya, dikutip Langit7.id, Sabtu (14/1/2023).
Twitter memastikan, data bocor di forum online merupakan kumpulan data yang tersedia untuk umum. Menurut Twitter, data tersebut dipastikan bukan data pribadi yang penting.
"Data (yang bocor) kemungkinan merupakan kumpulan data yang sudah tersedia di internet dan (dapat diakses) melalui berbagai sumber," tambah pernyataan Twitter.
Baca Juga:Situs UGM Disusupi Judi Online, Pakar Siber: Pentingnya Penetration Test Rutin