Pemikiran Cendekiawan Muslim
Gus Dur Pertemukan Ragam Pengetahuan Jadi Tindakan untuk Kemanusiaan
Muhajirin
Kamis, 19 Januari 2023 - 16:04 WIB
KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (foto: istimewa)
KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai mantan Presiden RI tapi juga merupakan seorang Guru Bangsa. Lalu, bagaimana seorang Gus Dur bisa jadi seorang guru bangsa? Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu punya perjalanan intelektual yang tak biasa hingga bisa jadi rujukan sekaligus teladan dalam kemanusiaan.
Dosen Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Ngatawi Al-Zastrouw, memetakan perjalanan intelektual KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke dua fase yakni di Pesantren dan di Timur Tengah lalu ke Barat. Hasil perjalanan itu lalu dikonstruksi atau diolah yang menjadikan Gus Dur sebagai oase ilmu pengetahuan. Pada saat bersamaan, dia juga peka terhadap tradisi dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Teladan Gus Dur Bawa Islam Jadi Rahmat untuk Semesta Alam
“Gus Dur tidak sekadar menjadi intelektual, kritis, tapi juga berani. Gus Dur dalam konteks ilmu humaniora, terutama agama, tidak pernah memilah-milah. Gus Dur melakukan rekonstruksi sebagai sumber keilmuan, sehingga menjadi suatu sistem pengetahuan yang kemudian teraktualisasi dalam berbagai sikap dan tindakan,” kata Ngatawi dalam Haul ke-13 Gus Dur bersama PCNU Maroko yang diikuti Langit7 secara daring, Kamis (19/1/2023).
Gus Dur tidak memposisikan falsafah negara yakni Pancasila, pelajaran agama, hingga ilmu humaniora sebagai sains atau knowledge semata. Tapi, semua ilmu pengetahuan itu dijadikan habitus atau ilmu laku.
Dosen Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Ngatawi Al-Zastrouw, memetakan perjalanan intelektual KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke dua fase yakni di Pesantren dan di Timur Tengah lalu ke Barat. Hasil perjalanan itu lalu dikonstruksi atau diolah yang menjadikan Gus Dur sebagai oase ilmu pengetahuan. Pada saat bersamaan, dia juga peka terhadap tradisi dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Teladan Gus Dur Bawa Islam Jadi Rahmat untuk Semesta Alam
“Gus Dur tidak sekadar menjadi intelektual, kritis, tapi juga berani. Gus Dur dalam konteks ilmu humaniora, terutama agama, tidak pernah memilah-milah. Gus Dur melakukan rekonstruksi sebagai sumber keilmuan, sehingga menjadi suatu sistem pengetahuan yang kemudian teraktualisasi dalam berbagai sikap dan tindakan,” kata Ngatawi dalam Haul ke-13 Gus Dur bersama PCNU Maroko yang diikuti Langit7 secara daring, Kamis (19/1/2023).
Gus Dur tidak memposisikan falsafah negara yakni Pancasila, pelajaran agama, hingga ilmu humaniora sebagai sains atau knowledge semata. Tapi, semua ilmu pengetahuan itu dijadikan habitus atau ilmu laku.