home global news

Al-Qur'an Dibakar, Al-Azhar Mesir Serukan Boikot Produk Belanda dan Swedia

Kamis, 26 Januari 2023 - 12:30 WIB
Masjid Al-Azhar di Kairo, Mesir, sekaligus menjadi universitas tertua di dunia. (Foto: Langit7.id/iStock)
Salah satu lembaga Islam paling dihormati, Al-Azhar, mengajak umat Muslim di seluruh dunia untuk memboikot produk Swedia dan Belanda usai penistaan Al-Qur'an yang dilakukan ekstremis sayap kanan negara Eropa. Seruan Al-Azhar Mesir itu menjadi respons terbaru dari reaksi Muslim di dunia atas insiden di Swedia dan Belanda.

Diketahui, aktivis anti-Islam Denmark Rasmus Paludan membakar Al-Qur'an di depan gedung Kedutaan Besar Turki di ibu kota Swedia, Stockholm. Pada (22/1), Edwin Wagensveld, pemimpin Belanda dari gerakan Pegida sayap kanan, merobek halaman-halaman Al-Qur'an di dekat parlemen Belanda di Den Haag dan menginjaknya.

Penistaan terhadap Al-Qur'an di dua negara Eropa itu lantas memicu badai kecaman dari seluruh negara Islam.Al-Azhar Mesir menyebut aksi itu sebagai penodaan bagi umat Islam.

Baca Juga:Sikap Islamophobia Rasmus Paludan Dituding Aneh dan Mengada-ada

"Boikot kedua negara menjadi tanggapan tepat terhadap pemerintah yang dianggap melindungi kejahatan tidak manusiawi dan tidak bermoral yang mereka sebut kebebasan berekspresi," tulis pernyataan Al-Azhar Mesir, dilansir dari Arab News, Kamis (26/1/2023).

Di kota Lahore, Pakistan timur, ratusan orang juga melakukan aksi protes dan mengutuk penodaan terhadap umat Muslim itu. Protes juga terjadi di dua kota utama Turki, yakni Istanbul dan Ankara.

Setelah insiden di Stockholm, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Swedia untuk tidak mengharapkan dukungan Ankara dalam upayanya yang sedang berlangsung untuk bergabung dengan aliansi militer NATO di tengah perang Rusia terhadap Ukraina.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
al quran belanda al azhar swedia boikot
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya