Berislam Tidak Hanya Tentang Ritual tapi Juga Intelektual
Muhajirin
Jum'at, 27 Januari 2023 - 14:14 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (Insists), Ustadz Henri Shalahuddin, mengatakan, umat Islam seluruhnya perlu memahami dengan cermat makna Islam itu sendiri.
Islam tidak hanya sekadar salat, zakat, puasa, haji, sedekah, dan ibadah-ibadah ritual lain. Tapi, Islam juga memiliki cakupan ruang lingkup lain yakni aspek intelektual.
Pada dasarnya Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Islam memiliki dimensi dan menjadi motor utama dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Baca Juga: Tradisi Intelektual di Makkah dan Madinah, dari Al-Suffah Hingga Universitas
Dengan kata lain, ajaran Islam melingkupi segala hal, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun yang bersifat ukhrawi. Artinya, Islam tidak hanya berhenti pada makna agama, tapi juga melingkupi peradaban atau ilmu pengetahuan.
Islam tidak hanya sekadar salat, zakat, puasa, haji, sedekah, dan ibadah-ibadah ritual lain. Tapi, Islam juga memiliki cakupan ruang lingkup lain yakni aspek intelektual.
Pada dasarnya Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Islam memiliki dimensi dan menjadi motor utama dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Baca Juga: Tradisi Intelektual di Makkah dan Madinah, dari Al-Suffah Hingga Universitas
Dengan kata lain, ajaran Islam melingkupi segala hal, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun yang bersifat ukhrawi. Artinya, Islam tidak hanya berhenti pada makna agama, tapi juga melingkupi peradaban atau ilmu pengetahuan.