Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tradisi Intelektual di Makkah dan Madinah, dari Al-Suffah Hingga Universitas

Muhajirin Kamis, 09 Juni 2022 - 15:21 WIB
Tradisi Intelektual di Makkah dan Madinah, dari Al-Suffah Hingga Universitas
Universitas Ummul Qura Makkah (foto: media center UQU)
LANGIT7.ID - Makkah dan Madinah pada masa klasik lebih dikenal sebagai negeri para pedagang. Artinya, aktivitas ekonomi tampak lebih menonjol ketimbang dinamika politik.

Setelah Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Nabi dan Rasul pada 611 M, Makkah maupun Madinah menjadi kota ilmu. Secara historis, tradisi intelektual Islam dimulai dari pemahaman (tafaqquh) terhadap Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, di dalam Al-Qur’an terkandung konsep-konsep yang dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi’ tabiin dan para ulama yang datang kemudian.

Baca Juga: Rahasia Rasulullah Didik Sahabatnya Jadi Manusia Baru Bangkitkan Peradaban Islam

Islam adalah suatu peradaban yang lahir dan tumbuh berdasarkan teks wahyu yang didukung oleh tradisi intelektual.

Tradisi intelektual dalam Islam juga memiliki medium transformasi dalam bentuk institusi pendidikan yang disebut al-Suffah dan komunitas intelektualnya disebut Ashhab al-Suffah.

Di lembaga pendidikan pertama dalam Islam ini kandungan wahyu dan hadits-hadits Nabi dikaji dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif. Meski materinya masih sederhana, tapi objek kajiannya tetap berpusat pada wahyu, yang luas dan kompleks.

Materi kajiannya tidak dapat disamakan dengan materi diskusi spekulatif. Ashhab al-Suffah adalah gambaran terbaik institusionalisasi kegiatan belajar-mengajar dalam Islam dan merupakan tonggak awal tradisi intelektual dalam Islam.

“Hasil dari kegiatan ini adalah munculnya, katakan, alumni-alumni yang menjadi pakar dalam hadits Nabi, seperti misalnya Abu Hurairah, Abu Dzar al-Ghifari, Salman al-Farisi, ‘Abdullah bin Mas’ud dan lain-lain. Ribuan hadits telah berhasil direkam oleh anggota sekolah ini,” kata Prof Hamid Fahmy Zarkasyi, dikutip dari laman resmi Masjid Nurul Huda UNS, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Ketua MIUMI: Rasulullah Bangun Peradaban Islam dengan Pendidikan, Ekonomi dan Gerakan Politik

Tradisi Intelektual Setelah Masa Rasulullah


Makkah terkenal makin ramai pada masa Islam dan wafatnya Rasulullah. Banyak peziarah datang ke sana. Di antara mereka memang sengaja datang untuk menuntut ilmu.

Sepanjang abad ke-8 Masehi, sarjana-sarjana dunia menyambangi Makkah untuk menghimpun ajaran Nabi SAW. Itu memunculkan studi hadits.

Azyumardi Azra dalam disertasinya di Columbia University (1992) menyebutkan, Makkah dan Madinah (Haramain) memainkan peran penting sebagai pusat persebaran gagasan reformasi Islam sejak abad ke-17.

Banyak ulama, sufi, pemikir, filsuf, dan sejarawan yang saling bertukar informasi dan ilmu di sana, termasuk benih-benih pemikiran anti-kolonialisme. Gagasan reformasi itu sampai ke Nusantara berkat lalu-lintas jamaah haji, terutama mereka yang menetap di Haramain sebelum kembali ke Tanah Air.

Azra mengutip pendapat sejarawan Taqi al-Din al-Fasi al-Makki al-Maliki. Dia menjelaskan, madrasah pertama di Makkah adalah Madrasah al-Ursufiyyah yang dibangun pada 1175 M.

Pendiri madrasah itu adalah ‘Afif Abdullah Muhammad al-Ursufi. Lokasi madrasah ini berada di selatan Masjidil haram. Setahun sebelumnya, al-Ursufi juga membangun madrasah dengan konsep serupa di Kairo. Sampai akhir abad ke-16, ada sekitar 19 madrasah di seantero Makkah.

Geliat aktivitas intelektual juga bersemi di Madinah al-Munawwarah. Ibnu Battutah menyambangi Madinah pada 1326 M. Dia mencatat, aktivitas keilmuan berpusat di Masjid Nabawi. Para pelajar duduk melingkar dan membentuk majelis-majelis keilmuan.

Baca Juga: 7 Universitas Top di Arab Saudi, Tak Hanya untuk Belajar Agama

Sejarawan al-Samhudi, kata Azra, menyebut informasi, Sultan Bengal Ghiyath al-Din membangun sebuah madrasah di Madinah pada 1314 M. Dalam abad ke-14, setidaknya ada 8 madrasah di Madinah.

Pada era itu, jamak terjadi sultan-sultan dari India dan Turki menjadi filantropis atau patron pendanaan. Mereka membangun institusi-institusi pendidikan di Haramain.

Hingga kini, aktivitas keilmuan di Haramain terus bergeliat. Banyak universitas bergengsi berdiri. Pelajar dari seluruh dunia berdatangan untuk berkuliah di Universitas Ummul Qura Makkah atau Universitas Islam Madinah. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun dipenuhi majelis-majelis ilmu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)