Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home global news detail berita

Ketua MIUMI: Rasulullah Bangun Peradaban Islam dengan Pendidikan, Ekonomi dan Gerakan Politik

Muhajirin Senin, 18 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Ketua MIUMI: Rasulullah Bangun Peradaban Islam dengan Pendidikan, Ekonomi dan Gerakan Politik
ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad di sebuah Masjid peninggalan Kesultanan Utsmani di Turki (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, menceritakan, Rasulullah SAW membangun peradaban Islam dengan tiga pilar yakni pendidikan, ekonomi, dan gerakan politik.

Dalam bidang pendidikan, ahlus suffah atau sahabat penuntut ilmu yang tinggal di Masjid Nabawi merupakan kelompok paling menonjol pada masa Rasulullah. Dari situ beliau melahirkan orang-orang hebat seperti Abu Hurairah, Salman Al-Farisi, Abdullah ibn Mas’ud, Az-Zuhri, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Bilal, dan orang-orang yang menjadi pakar dalam bidangnya.

Misalnya, Az-Zuhri dan Ibnu menjadi ahli tafsir, Abdullah ibn Mas’ud dan Abu Hurairah pakar hadits, dan Anas bin Malik menjadi ahli fiqih.

Cara para sahabat belajar kepada Rasulullah sangat komprehensif. Mereka tidak melewatkan satu ayat pun kecuali ayat itu dihafal dan diamalkan. Maka itu, Suffah disebut sebagai majelis ilmu dan amal. Ini yang menjadi inti peradaban.

“Makanya Syariah merupakan bagian dari Peradaban Islam. Di situ banyak ilmu yang diajarkan kepada kita mengenai muamalah, akidah diajarkan bagaimana mengaitkan kehidupan kita dengan Allah, paling tinggi tingkatannya adalah ihsan di mana kita manusia yang kesadarannya selalu terikat dengan Allah,” kata Prof Hamid melalui kanal youtube MIUMI, dikutip Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Alasan Nabi Muhammad Diakui Intelektual Barat sebagai Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Dari situ tradisi intelektual Islam berkembang menjadi madrasah. Terlebih asas peradaban itu adalah Al-Qur’an yang terus mendorong umat Islam untuk mengejar ilmu pengetahuan. Al-Qur’an mengajarkan tadabbur, tafakkur, ada istilah ulul albab dan rasikhuna fil ilmi. Itu merupakan terminology yang sangat akademis dalam Islam.

“Peradaban Ilmu kemudian dilanjutkan dengan peradaban politik. Politik dan ilmu simultan sebenarnya,” kata Prof Hamid. Ketika umat Islam membebaskan suatu negeri, maka mereka akan membangun daerah tersebut. Sejarah mencatat Spanyol, Andalusia, Turki, hingga Baghdad menjadi pusat intelektual hingga menjadi kota paling bercahaya di muka bumi pada saat umat Islam berkuasa.

“Islam masuk ke sebuah negara dengan memakmurkan, tidak ada yang merampok kekayaan alam. Mereka membebaskan sebuah wilayah dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Makanya bahasa peradaban Islam itu bukan naturalisasi, tapi adalah islamisasi, karena Islam itu sudah natural, sesuai dengan manusia,” kata Prof Hamid.

Islam tidak bertentangan dengan nurani manusia. Demikian pula tidak bertentangan dengan budaya. Sehingga, Islam sangat mudah diterima oleh semua kalangan, suku, dan bangsa.

“Kita harus memahami peradaban Islam yang aslinya dari Al-Qur’an, dipahami, diwahyukan kepada Rasulullah, diimplementasikan melalui para sahabat, dikembangkan oleh sahabat menjadi sebuah peradaban ilmu pengetahuan melalui jalan politik dan kekuatan ekonomi,” kata Prof Hamid.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)