LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Muhammad tidak hanya teladan bagi umat Islam, tapi juga dunia. Pengakuan ini bahkan disampaikan cendekiawan barat Michael H. Hart. Dalam bukunya The 100: A Ranking of The Most Influential Persons in History, Hart menempatkan Nabi Muhammad sebagai sosok paling berpengaruh di dunia sepanjang masa.
Michael Hart adalah ahli fisika, guru besar astronomi di Maryland University, dan pernah menjadi penanggung jawab di lembaga antariksa Amerika NASA.
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, memaparkan alasan Michael Hart mengakui Nabi Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia.
“Ketika ditanya oleh orang-orang Nasrani, ‘mengapa anda sebagai orang Nasrani meletakkan Nabi Muhammad sebagai orang yang sangat orang yang berpengaruh?” kata Prof Hamid Fahmy Zarkasyi melalui kanal youtube MIUMI, dikutip Senin (18/10/2021).
Jawaban Michael Hart sangat menarik. Dia menyebut Nabi Muhammad sebagai sebuah kebenaran. Ia tidak bisa mengingkari bahwa apa yang disampaikan oleh Muhammad diikuti oleh miliaran orang. Para pengikut itu pun komitmen dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.
Michael Hart mengaku tidak melihat hal itu dalam agama nasrani. Tidak ada orang nasrani yang sanggup memperjuangkan keyakinan seperti orang Islam memperjuangkan keyakinan mereka. Tidak ada pula yang bisa mempertahankan Bibel seperti orang Islam mempertahankan Al-Qur’an.
Sementara orang Islam mempertahankan Islam. Mereka berani ikut berperang kehilangan nyawa demi agama. Michael Hart tidak melihat hal itu dalam agama Kristen. Dia menyebut Nabi Muhammad mustahil berbohong, karena tidak mungkin ada kebohongan yang diikuti milyaran orang sampai hari ini.
Prof Hamid juga menceritakan ada seorang yang beragama katolik di barat yang memberi pengakuan terhadap agama Islam.
“Dia berbicara begini, ‘kalau saya disuruh memilih agama-agama yang ada di di dunia ini, saya akan memilih Islam, karena orang Islam itu intoleran. Maksud saya, orang yang toleran terhadap sesuatu yang bertentangan dengan agamanya adalah orang yang mempunyai pendirian’. Kalau dia toleran terhadap semua hal, artinya tidak ada pendirian,” kata Rektor Universitas Darussalam Gontor ini.
Orang katolik itu sangat kagum terhadap pendirian umat Islam. Ia menyebut umat Islam sangat intoleran terhadap sesuatu yang bertentangan dengan akidah mereka. Umat Islam tidak toleran dengan LGBT, tidak toleran terhadap penghinaan Nabi Muhammad, tidak toleran terhadap penghina Al-Qur’an, dan lain sebagainya.
“Di sini kita sebagai muslim sangat aneh kalau kita mempertanyakan mengenai kebenaran Nabi Muhammad, atau kebenaran yang dibawa oleh nabi,” ucap Prof Hamid.
(jqf)