Mempermegah Bangunan atau Membina Umat, Mana Prioritas Takmir Masjid?
Muhajirin
Sabtu, 28 Januari 2023 - 14:00 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Ketua Majelis Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir ASP, menjelaskan, prioritas manajemen sebuah masjid adalah pembinaan umat, bukan mempermegah bangunan. Hal itu pula yang menjadi alasan wali songo tidak memiliki peninggalan fisik masjid yang utuh sampai hari ini.
“Para wali datang ke Nusantara tidak satupun membangun masjid yang bagus. Tidak ada. Maka, tidak ada satupun masjid peninggalan wali yang sampai hari ini masih utuh. Karena memang nabi, para wali mengikuti perintah Allah, yang dibantu umatnya, bukan bangunannya,” kata Ustadz Jazir di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Sabtu (28/1/2023).
Ustadz Jazir menegaskan, pembangunan kualitas jemaah jauh lebih penting ketimbang memperindah fisik masjid. Hal itu yang membedakan orang beriman dengan orang musyrik dalam mendirikan rumah ibadah.
Baca Juga: Masjid Al-Falah Sragen, Jor-Joran Layani Jemaah agar Ramai Salat Berjamaah
“Yang dirawat itu jemaahnya, bukan bangunan masjidnya. Itu paradigma orang musyrik, menganggap masjid makmur kalau bangunan bersih, rapi, bagus, dan indah. Itu otaknya orang musyrik,” ungkap Ustadz Jazir.
“Para wali datang ke Nusantara tidak satupun membangun masjid yang bagus. Tidak ada. Maka, tidak ada satupun masjid peninggalan wali yang sampai hari ini masih utuh. Karena memang nabi, para wali mengikuti perintah Allah, yang dibantu umatnya, bukan bangunannya,” kata Ustadz Jazir di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Sabtu (28/1/2023).
Ustadz Jazir menegaskan, pembangunan kualitas jemaah jauh lebih penting ketimbang memperindah fisik masjid. Hal itu yang membedakan orang beriman dengan orang musyrik dalam mendirikan rumah ibadah.
Baca Juga: Masjid Al-Falah Sragen, Jor-Joran Layani Jemaah agar Ramai Salat Berjamaah
“Yang dirawat itu jemaahnya, bukan bangunan masjidnya. Itu paradigma orang musyrik, menganggap masjid makmur kalau bangunan bersih, rapi, bagus, dan indah. Itu otaknya orang musyrik,” ungkap Ustadz Jazir.