Balada Pemilu 2024, Elite Bertengkar tapi Minim Politik Gagasan
Muhajirin
Selasa, 31 Januari 2023 - 17:00 WIB
Ilustrasi politik Indonesia (foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta- Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, memprediksi Pemilu 2024 akan diwarnai kegaduhan para elite politik. Namun, diskursus yang tercipta minus politik gagasan.
Titi menekankan, bukan masyarakat, namun elite yang membuat jalan Pemilu menjadi terjal. Misalnya, wacana penundaan pemilu. Sampai penghujung 2022 masih terdapat wacana untuk menimbang kembali pemilu 2024.
Persiapan pemilu tersendat di tahun 2022. Selain itu, pada tahun ini muncul indikasi kecurangan verifikasi faktual partai politik secara struktural. Masyarakat sipil dapat berperan dalam mengantisipasi ini dengan menunjukan resiliensinya.
Baca Juga:PKS Dukung Anies Baswedan, Siap Deklarasi saat Rakernas
“Contohnya, transformasi pemantauan pemilu, adanya adaptasi kelenturan pada advokasi yudisial, dan kemampuan mendapatkan kepercayaan informan whistle blower,” kata Titi dalam webinar Ritual Oligarki Menuju 2024, dikutip Selasa (31/1/2023).
Pada 2023 nanti, Titi memprediksi situasi serupa akan tetap terjadi. Elite akan tetap gaduh dan tetap minus politik gagasan diskursus, dan sangat ‘elitis’. Mereka juga cenderung menginginkan masa kampanye yang pendek.
“Namun, di saat yang sama, ingin bersosialisasi di ‘masa tunggu’, guna menghindari akuntabilitas di masa kampanye,” tutur Titi.
Titi menekankan, bukan masyarakat, namun elite yang membuat jalan Pemilu menjadi terjal. Misalnya, wacana penundaan pemilu. Sampai penghujung 2022 masih terdapat wacana untuk menimbang kembali pemilu 2024.
Persiapan pemilu tersendat di tahun 2022. Selain itu, pada tahun ini muncul indikasi kecurangan verifikasi faktual partai politik secara struktural. Masyarakat sipil dapat berperan dalam mengantisipasi ini dengan menunjukan resiliensinya.
Baca Juga:PKS Dukung Anies Baswedan, Siap Deklarasi saat Rakernas
“Contohnya, transformasi pemantauan pemilu, adanya adaptasi kelenturan pada advokasi yudisial, dan kemampuan mendapatkan kepercayaan informan whistle blower,” kata Titi dalam webinar Ritual Oligarki Menuju 2024, dikutip Selasa (31/1/2023).
Pada 2023 nanti, Titi memprediksi situasi serupa akan tetap terjadi. Elite akan tetap gaduh dan tetap minus politik gagasan diskursus, dan sangat ‘elitis’. Mereka juga cenderung menginginkan masa kampanye yang pendek.
“Namun, di saat yang sama, ingin bersosialisasi di ‘masa tunggu’, guna menghindari akuntabilitas di masa kampanye,” tutur Titi.