Tak Hanya Berkarakter Negatif, Generasi Stroberi Juga Bisa Positif
Muhajirin
Rabu, 01 Februari 2023 - 23:03 WIB
Ilustrasi anak generasi stroberi (foto: langit7.id/istock)
Generasi stroberitidak selalu memiliki karakter negatif. Mereka memiliki kreativitas dan kecerdasan lebih ketimbang anak zaman dulu. Kekurangan ini bisa menjadi satu kelebihan.
Generasi stroberi merupakan istilah yang menggambarkan fenomena generasi muda saat ini. Mereka memiliki ide dan kreativitas tinggi, namun saat diberi sedikit tekanan mudah hancur seperti buah stroberi.
Praktisi Neuroparenting, Yirawati Sumedi atau Bunda Ira, menjelaskan, generasi stroberi itu memiliki empat karakter yang sering disebut negatif. Ada pula empat karakter yang menjadi kelebihan mereka, yaitu Rasa Memiliki Hak atas Diri Sendiri, tidak mau bertanggungjawab, mudah rapuh, dan memiliki harapan yang tidak realistis
Baca Juga:Mengenal Generasi Stroberi, Kreativitas Tinggi tapi Mental Lembek
Generasi stroberi merasa memiliki hak pada diri sendiri. Itu yang membuat mereka mempunyai ego dan kemampuan individual yang tinggi. Sikap ini membuat generasi stroberi cenderung merasa lebih hebat ketimbang anak-anak yang lahir pada tahun 90-an ke bawah.
“Mereka merasa punya hak pada diri sendiri. Jadi, egoistik dan individualistiknya luar biasa,” kata Bunda Ira dalam webinar Fenomena Generasi Stroberi yang diikuti Langit7, Selasa (31/1/2023).
Egoisme dan individualisme membuat generasi stroberi kesulitan mengembangkan tanggugjawab pada dirinya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari kehidupan anak-anak zaman sekarang, khususnya mereka yang tinggal di daerah metropolitan.
Generasi stroberi merupakan istilah yang menggambarkan fenomena generasi muda saat ini. Mereka memiliki ide dan kreativitas tinggi, namun saat diberi sedikit tekanan mudah hancur seperti buah stroberi.
Praktisi Neuroparenting, Yirawati Sumedi atau Bunda Ira, menjelaskan, generasi stroberi itu memiliki empat karakter yang sering disebut negatif. Ada pula empat karakter yang menjadi kelebihan mereka, yaitu Rasa Memiliki Hak atas Diri Sendiri, tidak mau bertanggungjawab, mudah rapuh, dan memiliki harapan yang tidak realistis
Baca Juga:Mengenal Generasi Stroberi, Kreativitas Tinggi tapi Mental Lembek
Generasi stroberi merasa memiliki hak pada diri sendiri. Itu yang membuat mereka mempunyai ego dan kemampuan individual yang tinggi. Sikap ini membuat generasi stroberi cenderung merasa lebih hebat ketimbang anak-anak yang lahir pada tahun 90-an ke bawah.
“Mereka merasa punya hak pada diri sendiri. Jadi, egoistik dan individualistiknya luar biasa,” kata Bunda Ira dalam webinar Fenomena Generasi Stroberi yang diikuti Langit7, Selasa (31/1/2023).
Egoisme dan individualisme membuat generasi stroberi kesulitan mengembangkan tanggugjawab pada dirinya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari kehidupan anak-anak zaman sekarang, khususnya mereka yang tinggal di daerah metropolitan.