Program Kemandirian Pesantren 2023: Pembentukan Community Economy Hub
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 04 Februari 2023 - 07:05 WIB
Rapat koordinasi (Rakor) Program Kemandirian Pesantren. (Foto: Dok. Kemenag)
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggulirkan program Kemandirian Pesantren.Di tahun 2023, program ini diarahkan pada pembentukan pesantren sebagai Community Economy Hub.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan, kemandirian pesantren menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Program tersebut gunamewujudkan pesantren yang mandiri secara ekonomi dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga:Pendaftaran Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Dibuka Februari 2023
"Pesantren kerap kali menjadi institusi yang terseret-seret oleh kepentingan yang tidak ada signifikansikansinya dengan fungsi pesantren. Itu dimungkinkan karena tidak adanya kemandirian ekonomi di pesantren," kata Ali dikutip dari laman Kementerian Agama, Sabtu (4/3/2023).
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu menuturkan, saat ini ada 37.000 pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Di mana empat juta santri aktif yang merupakan kekuatan luar biasa jika dapat dikelola secara efektif.
Ali Ramdhani berharap, kemandirian ekonomi akan lebih mudah terwujud. Terutama dengan terciptanya suatu sistem yang dapat mendukung pesantren untuk menjalin relasi dalam membangun lini usaha.
Baca Juga:Sandiaga Uno Apresiasi Ponpes Fadhlul Fadhlan Kembangkan UMKM Ekraf
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan, kemandirian pesantren menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Program tersebut gunamewujudkan pesantren yang mandiri secara ekonomi dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga:Pendaftaran Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Dibuka Februari 2023
"Pesantren kerap kali menjadi institusi yang terseret-seret oleh kepentingan yang tidak ada signifikansikansinya dengan fungsi pesantren. Itu dimungkinkan karena tidak adanya kemandirian ekonomi di pesantren," kata Ali dikutip dari laman Kementerian Agama, Sabtu (4/3/2023).
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu menuturkan, saat ini ada 37.000 pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Di mana empat juta santri aktif yang merupakan kekuatan luar biasa jika dapat dikelola secara efektif.
Ali Ramdhani berharap, kemandirian ekonomi akan lebih mudah terwujud. Terutama dengan terciptanya suatu sistem yang dapat mendukung pesantren untuk menjalin relasi dalam membangun lini usaha.
Baca Juga:Sandiaga Uno Apresiasi Ponpes Fadhlul Fadhlan Kembangkan UMKM Ekraf