LANGIT7.ID, Jakarta - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dirjen Pendidikan Islam
Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggulirkan program Kemandirian Pesantren. Di tahun 2023, program ini diarahkan pada pembentukan pesantren sebagai Community Economy Hub.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan, kemandirian pesantren menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Program tersebut guna mewujudkan
pesantren yang mandiri secara ekonomi dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Pendaftaran Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Dibuka Februari 2023"Pesantren kerap kali menjadi institusi yang terseret-seret oleh kepentingan yang tidak ada signifikansikansinya dengan fungsi pesantren. Itu dimungkinkan karena tidak adanya kemandirian ekonomi di pesantren," kata Ali dikutip dari laman Kementerian Agama, Sabtu (4/3/2023).
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu menuturkan, saat ini ada 37.000 pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Di mana empat juta santri aktif yang merupakan kekuatan luar biasa jika dapat dikelola secara efektif.
Ali Ramdhani berharap, kemandirian ekonomi akan lebih mudah terwujud. Terutama dengan terciptanya suatu sistem yang dapat mendukung pesantren untuk menjalin relasi dalam membangun lini usaha.
Baca Juga: Sandiaga Uno Apresiasi Ponpes Fadhlul Fadhlan Kembangkan UMKM Ekraf"Maka program Kemandirian Pesantren yang akan berjalan pada tahun ketiga ini harus sudah mengarah pada tujuan membentuk ekosistem ekonomi pesantren yang saling terkoneksi, atau yang kita sebut Community Economy Hub," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Staf Khusus Menteri Agama, Mohammad Nuruzzaman menambahkan, Community Economy Hub pesantren diharapkan menjadi sebuah sistem untuk mencapai cita-cita bersama.
Nantinya, sistem tersebut menjalin hubungan yang saling mendukung antara pesantren yang telah memiliki unit usaha kuat dengan pesantren lainnya. "Sehingga dapat turut meningkatkan kemandirian ekonomi, sekaligus menjadi wadah interaksi, saling belajar, dan memotivasi," ucap Nuruzzaman.
Baca Juga:
Komisi X DPR Dorong Kemendikbudristek Tuntaskan Wajib Belajar 12 Tahun
Laksamana Yudo Ajak Santri Gabung TNI Melalui Secata hingga Perwira(gar)