LANGIT7.ID, Jakarta - Panglima TNI Laksamana
Yudo Margono mengajak para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah di Kalimantan Timur, untuk bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Para santri bisa menempuh pendidikan Sekolah calon tamtama (Secata), Sekolah Calon Bintara (Secaba), Sekolah Perwira Prajurit Karier (Perwira PK), hingga akademi Akademi TNI.
"Para santri yang terdiri dari pemuda-pemuda dengan dilandasi akhlak, hati dan jiwanya yang kuat bisa bergabung ke
TNI melalui pendidikan Secata, Secaba, Perwira PK. Bahkan, melalui pendidikan Akabri sehingga dapat mengisi kemerdekaan dan Negara ini," ujar Yudo dikutip dari keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Senin (23/1/2023).
Terkait kunjungan ke Ponpes Hidayatullah, Yudo merasa terhormat bisa berkumpul bersama dan menyapa para
santri. Dia pun berpesan kepada para santri untuk berguru secara ikhlas dan sungguh-sungguh.
Baca Juga: Pesantren Muhammadiyah Pelopor Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum"Tetaplah berguru dengan ikhlas, karena itu merupakan modal awal untuk menatap masa depan, jangan berkecil hati. Saya Panglima TNI juga bukan berasal dari keluarga kaya, saya anaknya orang tani di Madiun," kata Yudo.
"Dengan berbekal keikhlasan, kerja keras dengan diiringi kemauan yang tinggi untuk maju dan untuk mengangkat derajat orang tua. Sehingga saya bisa berkarier di militer dan Alhamdullilah sampai saat ini," tambah Panglima TNI.
Selain itu, Yudo turut mengajak para pemuda santri untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan positif dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Sehingga masyarakat meningkat kesejahteraannya dan maju disegala bidang.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Ponpes Hidayatullah KH Hamzah menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas kunjungan
Panglima TNI ke Pondok Pesantren Ar Riyadh. Pimpinan ponpes bersama para santri mendoakan agar Panglima TNI dan rombongan selalu diberkahi dan diberikan kesuksesan dalam menjalankan seluruh amanah yang diberikan.
Baca Juga:
Nurul Jadid, Ponpes yang Punya Lembaga Ujian Kemampuan Bahasa Mandarin
Peneliti Jerman Kagumi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren(gar)