Gara-gara Paludan Bakar Qur’an, Swedia Sulit Masuk NATO
Muhajirin
Sabtu, 04 Februari 2023 - 21:45 WIB
Aksi protes pembakaran Al Quran di Kedubes Swedia (Foto: langit7.id/Suandri Ansah)
Aksi Rasmus Paludan membakar Al Quran menyulitkan Swedia bergabung ke Aliansi Pertahanan Negara Atlantik utara (NATO). Aksi provokatif itu membuat Turki makin menentang rencana Swedia masuk aliansi tersebut.
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson menjelaskan sebelum aksi Paludan terjadi, Turki juga menentang Swedia bergabung ke NATO jika tidak memenuhi sejumlah syarat yang dilayangkan Ankara.
“Kejadian dan aktivitas (aksi Paludan) di Swedia dalam beberapa pekan belakangan memperumit dialog yang sudah dekat dan penuh rasa hormat dengan Turki,” kata Kristersson, dikutip The Hour, Sabtu (4/1/2023).
Baca Juga:Legislator: Perlu Kehati-hatian Respons Kasus Pembakaran Al-Quran
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan tidak akan memberikan restu kepada Swedia akibat aksi Palunda membakar Al Qur’an. Turki hanya akan memberikan restu kepada Finlandia.
Kristersson mengatakan, meski hanya sedikit demonstran yang ikut dalam unjuk rasa Paludan cs, tetapi berpengaruh pada politik luar negeri Swedia. Dia menyebut unjuk rasa itu membuat pandangan luar negeri berubah terhadap Swedia.
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson menjelaskan sebelum aksi Paludan terjadi, Turki juga menentang Swedia bergabung ke NATO jika tidak memenuhi sejumlah syarat yang dilayangkan Ankara.
“Kejadian dan aktivitas (aksi Paludan) di Swedia dalam beberapa pekan belakangan memperumit dialog yang sudah dekat dan penuh rasa hormat dengan Turki,” kata Kristersson, dikutip The Hour, Sabtu (4/1/2023).
Baca Juga:Legislator: Perlu Kehati-hatian Respons Kasus Pembakaran Al-Quran
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan tidak akan memberikan restu kepada Swedia akibat aksi Palunda membakar Al Qur’an. Turki hanya akan memberikan restu kepada Finlandia.
Kristersson mengatakan, meski hanya sedikit demonstran yang ikut dalam unjuk rasa Paludan cs, tetapi berpengaruh pada politik luar negeri Swedia. Dia menyebut unjuk rasa itu membuat pandangan luar negeri berubah terhadap Swedia.