The Living Qur’an KH Ahmad Dahlan, Sang Pendiri Muhammadiyah
Mahmuda attar hussein
Senin, 06 Februari 2023 - 20:05 WIB
KH Ahmad Dahlan. (Foto: Istimewa)
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menyebut Kiai Ahmad Dahlan sebagai The Living Qur’an. Hal itu didasarkan dari sejarah perjalanan Dahlan dalam perjalanan hidupnya hingga mendirikan Muhammadiyah.
Fathur menuturkan, bagi Kiai Dahlan, Al Qur’an merupakan sunnah yang tidak hanya sebagai dalil, tetapi juga sebagai hidayah. Nash suci tersebut diaktualisasikan dalam realitas kehidupan, menjadi pemandu dalam tindakan dan gerakan amal salih yang abadi sampai sekarang.
Baca Juga:Ahmad Dahlan Pernah Dijuluki Kiai Wal Ashri karena Kajiannya
"Kalau membaca sejarah beliau, boleh saya terjemahkan hidup beliau sebagai The Living Qur’an, Qur’an yang hidup. Qur’an tidak semata-mata dijadikan dalil, tapi hidayah," kata Fathur dalam keterangannya, dikutip Senin (6/2/2023).
Al-Qur’an sebagai dalil adalah di mana seorang muslim baru menjalankan perintah untuk salat, tapi belum mengamalkanya sebagai sebuah konsekuensi. Padahal salat haruslah bermanfaat untuk mencegah kemungkaran dan kemaksiatan, dan di sinilah peran Qur’an sebagai hidayah.
Praktik hidup beragama itulah yang diperankan Ahmad Dahlan yang kini menjadi contoh konkret penggerak Persyarikatan Muhammadiyah dalam menata diri, keluarga, organisasi dan sebagainya. Yaitu dengan panduan dari nilai-nilai keTuhanan yang diajarkan di dalam Al Qur’an.
Baca Juga:Kala Raja Terkaya di Dunia Pergi Haji, Makmurkan Tiap Tempat yang Dilewati
Fathur menuturkan, bagi Kiai Dahlan, Al Qur’an merupakan sunnah yang tidak hanya sebagai dalil, tetapi juga sebagai hidayah. Nash suci tersebut diaktualisasikan dalam realitas kehidupan, menjadi pemandu dalam tindakan dan gerakan amal salih yang abadi sampai sekarang.
Baca Juga:Ahmad Dahlan Pernah Dijuluki Kiai Wal Ashri karena Kajiannya
"Kalau membaca sejarah beliau, boleh saya terjemahkan hidup beliau sebagai The Living Qur’an, Qur’an yang hidup. Qur’an tidak semata-mata dijadikan dalil, tapi hidayah," kata Fathur dalam keterangannya, dikutip Senin (6/2/2023).
Al-Qur’an sebagai dalil adalah di mana seorang muslim baru menjalankan perintah untuk salat, tapi belum mengamalkanya sebagai sebuah konsekuensi. Padahal salat haruslah bermanfaat untuk mencegah kemungkaran dan kemaksiatan, dan di sinilah peran Qur’an sebagai hidayah.
Praktik hidup beragama itulah yang diperankan Ahmad Dahlan yang kini menjadi contoh konkret penggerak Persyarikatan Muhammadiyah dalam menata diri, keluarga, organisasi dan sebagainya. Yaitu dengan panduan dari nilai-nilai keTuhanan yang diajarkan di dalam Al Qur’an.
Baca Juga:Kala Raja Terkaya di Dunia Pergi Haji, Makmurkan Tiap Tempat yang Dilewati